BLORA - Kebakaran melalap rumah Suwaji, 50, warga Dusun Kedungsambi, Desa Temulus, Kecamatan Randublatung, kemarin (4/8). Kejadiannya malam ketika korban dan tetangganya tertidur. Tidak ada korban dalam kebakaran diduga berasal dari bediang.
Kapolsek Randublatung AKP Selamet Riyanto mengatakan, kebakaran terjadi tengah malam. Saat itu, pemilik rumah tidur di ruang tengah. ’’Lalu, korban mendengar suara dari rumah belakang,’’ katanya.
Saat mendengar suara itu, pemilik rumah terbangun. Lantas menuju ke sumber suara itu. Korban melihat rumah belakang sudah dalam keadaan terbakar. Suwaji pun berteriak meminta bantuan tetangganya.
Api pun semakin membesar. Warga yang terbangun bersama-sama berupaya melakukan pemadaman. Karena kondisi malam, warga cukup kesulitan memadamkan api. ’’Anak korban menghubungi Polsek Randublatung bahwa rumahnya terbakar,’’ terang dia.
Kapolsek mengatakan, proses pemadaman cukup membutuhkan waktu. Setelah satu jam, si jago merah berhasil dipadamkan. Akibat kebakaran, rumah milik korban terbuat dari kayu jati habis terbakar.
Rumah milik korban bekuk lulang ukuran 12x12 meter. Tinggi sekitar 2,5 meter, terbuat dari kayu jati, atap genteng, dinding papan kayu jati. Lantai geladak kayu jati. Sedangkan bagian dapur juga terbakar.
Hasil penyelidikan, diduga api berasal dari bediang (perapian dari sampah kotoran hewan ternak) dan api membakar tumpukan jerami kering, sehingga mudah membesar.
’’Akibat kejadian kebakaran, korban mengalami kerugian sekitar Rp 60 juta,’’ ujarnya.
Editor : Bachtiar Febrianto