RSUD Soetijono Blora Diuji Akreditasi, Pemkab Bidik Layanan Kesehatan Makin Paripurna

Muhammad Suaeb • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 07:50 WIB
PELAYANAN BERKUALITAS: Bupati Blora Arief Rohman beserta jajaran manajemen RSUD dr. R. Soetijono Blora saat uji akreditasi LARS DHP. (IST./RDR.BJN)
PELAYANAN BERKUALITAS: Bupati Blora Arief Rohman beserta jajaran manajemen RSUD dr. R. Soetijono Blora saat uji akreditasi LARS DHP. (IST./RDR.BJN)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - RSUD dr. R. Soetijono Blora kembali menjalani survei akreditasi. Evaluasi dilakukan Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS DHP) di Aula RSUD dr. R. Soetijono, Selasa (6/10).

Survei tersebut menjadi momentum bagi rumah sakit milik Pemkab Blora itu, untuk mengukur sekaligus membenahi kualitas pelayanan. Terlebih, RSUD dr. R. Soetijono sebelumnya telah mengantongi predikat Akreditasi Paripurna pada November 2022.

Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, akreditasi jangan dimaknai sebatas mengejar predikat. Namun, menjadi kesempatan untuk mengoreksi dan meningkatkan kualitas pelayanan secara berkelanjutan.

‘’Akreditasi rumah sakit bukan sekadar agenda administratif untuk memperoleh predikat atau nilai. Ini momentum untuk introspeksi, evaluasi, dan pembenahan secara menyeluruh terhadap kualitas pelayanan kesehatan,” ujarnya saat menghadiri survei akreditasi.

Baca Juga: RSUD Soetijono Blora Raih Radar Bojonegoro Awards 2026, Layanan Kesehatan Terus Diperkuat

Menurut dia, RSUD dr. R. Soetijono merupakan salah satu tumpuan utama pelayanan kesehatan masyarakat Blora. Karena itu, peningkatan mutu layanan harus terus dilakukan.

Apalagi, sejumlah pengembangan telah dilakukan sepanjang 2026. Diantaranya penambahan dokter spesialis, peningkatan fasilitas rawat inap, serta penguatan sarana dan prasarana kesehatan.

‘’Kita juga mendorong tersedianya fasilitas dan peralatan kesehatan yang semakin modern. Sehingga masyarakat Blora tidak selalu harus pergi ke luar daerah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan,” tegas Arief.

Dia berharap, rumah sakit tidak sekadar menjadi tempat masyarakat berobat. Melainkan mampu menghadirkan pelayanan yang aman, nyaman, ramah, dan responsif.

Arief juga meminta jajaran RSUD menjaga integritas dan profesionalisme. Keselamatan pasien harus ditempatkan sebagai prioritas utama. ‘’Setiap kritik, keluhan, temuan maupun masukan harus dijadikan bahan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pelayanan,” pesannya.

Pemkab Blora, lanjut Arief, juga terbuka terhadap hasil evaluasi tim surveior. Dia berharap survei tidak berhenti pada penilaian, tetapi menghasilkan rekomendasi konkret untuk pengembangan rumah sakit ke depan.

‘’Target kami RSUD dr. R. Soetijono menjadi rumah sakit yang bermutu, aman, profesional, ramah, responsif, dan semakin dipercaya masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga: Pasien Jantung Tak Perlu Keluar Kota, Cathlab RSUD Blora Dibuka

Sementara itu, Direktur RSUD dr. R. Soetijono, Puji Basuki mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan menghadapi survei akreditasi. Persiapan mencakup sumber daya manusia (SDM) hingga sarana dan prasarana.

‘’Melalui akreditasi ini, kami berharap mutu pelayanan dan kepuasan pasien semakin meningkat,” ujarnya. (adv)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
RSUD dr. R. Soetijono Blora Bupati Blora Arief Rohman Pemkab Blora blora