Tegaskan Pentingnya Pendidikan, BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Brawijaya Beri Kesempatan Kulia

Yana Dwi Kurniya Wati • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:08 WIB
ADV: Penyerahan secara simbolis BPJS Ketenagakerjaan bersama Universitas Brawijaya (UB) melalui perjanjian kerja sama (PKS) memperluas manfaat jaminan sosial ke bidang pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, hingga pemberdayaan ekonomi.
ADV: Penyerahan secara simbolis BPJS Ketenagakerjaan bersama Universitas Brawijaya (UB) melalui perjanjian kerja sama (PKS) memperluas manfaat jaminan sosial ke bidang pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, hingga pemberdayaan ekonomi.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Ketika seorang pekerja mengalami risiko, dampaknya tidak berhenti pada dirinya.  Ekonomi keluarga, pendidikan anak, dan masa depan bagi orang yang ditinggalkan harus dipastikan tetap terus berjalan. Karena itu, perlindungan pekerja perlu hadir lebih jauh, bukan hanya ketika risiko terjadi, tetapi juga setelahnya.

BPJS Ketenagakerjaan bersama Universitas Brawijaya (UB) melalui perjanjian kerja sama (PKS) memperluas manfaat jaminan sosial ke bidang pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, hingga pemberdayaan ekonomi. Salah satu bentuk konkretnya adalah memberikan kesempatan bagi anak atau ahli waris penerima manfaat jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti jalur afirmasi penerimaan mahasiswa baru UB. 

Kesempatan tersebut tetap mengikuti persyaratan dan proses seleksi akademik yang berlaku di UB. Melalui kerja sama ini, BPJS Ketenagakerjaan dan UB berupaya memastikan risiko yang dialami pekerja tidak menjadi penghalang bagi anak atau ahli waris untuk melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik. 

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Perkuat Perlindungan Mahasiswa KKM IKIP PGRI Bojonegoro Melalui Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

"Bagi kami, manfaat jaminan sosial tidak boleh berhenti ketika diterima oleh ahli waris. Kami ingin manfaat tersebut menjadi jalan bagi keluarga pekerja untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi, dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat.

Saiful melanjutkan, makna kolaborasi tersebut kemudian diperluas melalui pengabdian kepada masyarakat dan pemberdayaan ekonomi. BPJS Ketenagakerjaan membuka ruang sinergi dengan program pembinaan dan inkubasi bisnis yang dimiliki UB, termasuk melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Berkelanjutan (PEKA) yang mengusung konsep 3P, yakni pelatihan, produktif, dan profit.

Saiful menyampaikan, melalui pendekatan tersebut, penerima manfaat tidak berhenti pada pelatihan, tetapi didampingi agar mampu mengembangkan usaha dan memperoleh penghasilan yang berkelanjutan.

ADV: BPJS Ketenagakerjaan bersama Universitas Brawijaya (UB) melakukan penandatanganan melalui perjanjian kerja sama (PKS) untuk memperluas manfaat jaminan sosial.
ADV: BPJS Ketenagakerjaan bersama Universitas Brawijaya (UB) melakukan penandatanganan melalui perjanjian kerja sama (PKS) untuk memperluas manfaat jaminan sosial.

Kolaborasi itu kemudian hadir langsung di tengah kehidupan akademik. Dalam kegiatan penerimaan mahasiswa baru Universitas Brawijaya di Malang, Senin (10/8), Saiful hadir sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman dan wawasan kepada mahasiswa baru.

Di hadapan mahasiswa, Saiful tidak hanya berbicara mengenai peran generasi muda, tetapi juga pentingnya memahami perlindungan sebelum memasuki dunia kerja. Ia mengingatkan, ada tiga hal yang perlu diperhatikan calon pekerja, legalitas dan kredibilitas perusahaan, kejelasan perjanjian kerja, serta status kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

"Ketika nanti masuk ke dunia kerja, jangan hanya bertanya berapa gajinya. Tanyakan juga apa fasilitas atau benefit yang diterima dan apakah ada perlindungan BPJS Kesehatan serta BPJS Ketenagakerjaan. Karena bekerja bukan hanya soal mendapatkan penghasilan, tetapi juga memastikan diri kita terlindungi ketika menghadapi risiko," ujar Saiful.

Pengetahuan tersebut diharapkan tidak berhenti di ruang kampus. Melalui kuliah kerja nyata (KKN), mahasiswa akan berinteraksi dengan petani, pedagang, pelaku usaha, pekerja informal, dan berbagai kelompok masyarakat lainnya. Interaksi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk ikut memperluas literasi mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.

"Mahasiswa memiliki posisi yang strategis karena mereka akan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kami berharap pengetahuan mengenai jaminan sosial yang mereka peroleh dapat dibawa lebih jauh, sehingga semakin banyak pekerja memahami pentingnya perlindungan sebelum risiko terjadi," kata Saiful.

Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Brawijaya tidak berhenti pada satu bentuk manfaat. Perlindungan hadir di lingkungan akademik, pendidikan tetap terbuka bagi anak pekerja, mahasiswa menjadi bagian dari literasi jaminan sosial, dan penerima manfaat memiliki ruang untuk tumbuh lebih mandiri.

Bagi BPJS Ketenagakerjaan, inilah makna Value Beyond Protection, manfaat jaminan sosial tidak berhenti ketika risiko terjadi atau manfaat dibayarkan, tetapi terus memberi dampak bagi pekerja dan keluarganya.

Karena perlindungan yang baik bukan hanya membantu seseorang melewati risiko, tetapi memastikan setelahnya masih ada pendidikan yang bisa diteruskan, kehidupan yang bisa dibangun, dan masa depan yang bisa diperjuangkan.

Baca Juga: Lindungi Mahasiswa, BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Gelar Penyerahan Secara Simbolis Kartu Kepesertaan bagi Mahasiswa KKN Unugiri Bojonegoro

Rektor Universitas Brawijaya Widodo menilai, kolaborasi tersebut sejalan dengan komitmen UB dalam memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat. "BPJS Ketenagakerjaan tidak sekadar memberikan proteksi, tetapi juga memberikan manfaat untuk peningkatan kesejahteraan keluarga. Kalau kita bersinergi dengan program-program pembinaan yang ada di UB, tentu akan bagus sekali," ujar Widodo.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Denny Herliyantono mengapresiasi langkah konkret lembaga pendidikan dalam kerja sama dilakukan bersama BPJS Ketenagakerjaan. Karena, tutur dia, melalui perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan (jamsostek) tersebut, seluruh pekerja yang terkaver juga memberi semangat orang ditinggalkan untuk tetap dan terus semangat menjalani kehidupan. 

"Karena perlindungan pekerja ini hadir dan memang perlu ada lebih jauh, tidak hanya jika terjadi risiko tetapi juga setelahnya. Persisnya, bagi keluarga ditinggalkan termasuk anak-anaknya yang tidak seharusnya putus sekolah," tutur Denny. 

Dia menyampaikan, kerja sama ini menjadi langkah nyata sinergi dunia kerja, pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan, serta lembaga pendidikan. "Dari sini, harapannya, masyarakat lebih mengetahui dan peduli pentingnya perlindungan jamsostek. Sebagai langkah untuk memastikan diri kita terlindungi ketika menghadapi risiko," tutur Denny. (*/yna)

Editor : Andhika Feriawan
mahasiswa universitas brawijaya Pekerja kolaborasi bpjs ketenagakerjaan