RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro terus memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan (jamsostek) kepada berbagai kelompok pekerja, termasuk mahasiswa yang menjalani kegiatan akademik di lapangan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan simbolis kepesertaan perlindungan jamsostek bagi peserta kuliah kerja mahasiswa (KKM) IKIP PGRI Bojonegoro 2026.
Kegiatan ini juga dirangkaikan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara IKIP PGRI Bojonegoro dan BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro terkait perlindungan program jamsostek bagi mahasiswa yang melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL).
Acara dihadiri Wakil Rektor IKIP PGRI Bojonegoro Junarti, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Denny Herliyantono, serta Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Denny Herliyantono menyampaikan, perlindungan jamsostek merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada setiap orang yang menjalankan aktivitas kerja, termasuk mahasiswa saat melaksanakan KKM maupun PKL.
"Melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, mahasiswa memperoleh perlindungan apabila mengalami risiko kecelakaan kerja selama menjalankan kegiatan yang menjadi bagian dari proses pendidikan. Dengan demikian, mahasiswa dapat menjalankan tugas akademiknya dengan lebih tenang dan fokus," tutur Denny.
Selain memberikan perlindungan bagi mahasiswa, lanjut dia, kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya keselamatan dan kesadaran akan pentingnya jamsostek sejak dini. Harapannya, ketika memasuki dunia kerja, para lulusan telah memahami pentingnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
BPJS Ketenagakerjaan sendiri memiliki sejumlah program perlindungan, di antaranya jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JKM), jaminan hari tua (JHT), jaminan pensiun (JP), serta jaminan kehilangan pekerjaan (JKP). Berbagai program ini dirancang untuk memberikan perlindungan menyeluruh bagi pekerja dan keluarganya dari berbagai risiko sosial ekonomi yang dapat terjadi selama masa kerja.
Kerja sama dengan IKIP PGRI Bojonegoro menjadi salah satu langkah nyata BPJS Ketenagakerjaan dalam memperluas perlindungan kepada generasi muda. Denny menuturkan, sinergi antara pemerintah kabupaten (pemkab), perguruan tinggi, dan BPJS Ketenagakerjaan diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga memiliki kesadaran akan pentingnya perlindungan jamsostek sebagai bekal memasuki dunia kerja.
"Kami berharap dengan langkah ini mahasiswa lebih sadar akan pentingnya perlindungan jamsostek untuk tenaga kerja saat memasuki dunia kerja yang sebenarnya," tuturnya. (*/yna)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah