RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Perbedaan praktik ibadah di tengah masyarakat merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Perbedaan tersebut bagian dari khazanah fikih Islam yang telah ada sejak masa para ulama terdahulu. Yang perlu dibangun bukanlah perdebatan mengenai perbedaan, melainkan semangat berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat).
Baca Juga: SPMB SMK Jalur Prestasi Terakhir Hari Ini: Pagu Sudah Terpenuhi Tetap Terima Siswa Baru
Berangkat dari pemikiran tersebut, SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro (SD MUDABO) menggagas Program Shalat Subuh Berjamaah (S2B) sebagai gerakan bersama yang mengajak seluruh warga sekolah untuk memakmurkan masjid dan musala di lingkungan masing-masing.
Gerakan ini menjadi salah satu ikhtiar membangun persatuan umat melalui pembiasaan ibadah, bukan melalui perdebatan.
Program S2B dilaksanakan secara serentak oleh seluruh keluarga besar SD MUDABO. Meliputi guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua, hingga anggota keluarga.
Setiap keluarga melaksanakan shalat Subuh berjamaah di masjid atau musala terdekat dari tempat tinggalnya. Dengan konsep tersebut, puluhan masjid dan musala di berbagai wilayah Bojonegoro ikut hidup oleh kehadiran jamaah dari keluarga besar SD MUDABO.
Baca Juga: SPMB 2026: Persaingan Jalur Prestasi Akademik Ketat
Program ini sekaligus memperkuat sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sebagaimana semangat Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang menekankan kolaborasi ketiga unsur tersebut dalam membentuk karakter peserta didik. Hal ini selaras dengan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 dan Permendikbud Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter pada Satuan Pendidikan Formal.
Keunikan gerakan ini tidak berhenti pada pelaksanaan ibadah. Setelah shalat Subuh berjamaah, seluruh peserta diajak mengunggah dokumentasi kegiatan melalui Story WhatsApp secara serentak. Ratusan unggahan bernuansa positif memenuhi media sosial sebagai bentuk syiar yang santun dan menginspirasi. Dakwah tidak lagi hanya dilakukan melalui mimbar, tetapi juga melalui keteladanan yang nyata. Ketika masyarakat membuka WhatsApp pada pagi hari, yang mereka lihat bukan sekadar foto, melainkan ajakan untuk memulai hari dengan memakmurkan masjid dan memperkuat hubungan keluarga melalui ibadah bersama.
Kepala SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro, Nurul Hidayah, S.Pd., menegaskan bahwa Program S2B merupakan bagian dari pendidikan karakter yang harus dibangun melalui keteladanan.
"Kami ingin menghadirkan sekolah yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga mampu menumbuhkan budaya ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Ketika guru, orang tua, dan anak melaksanakan shalat Subuh berjamaah secara bersama-sama, sesungguhnya mereka sedang membangun karakter religius, disiplin, dan kebersamaan yang menjadi bekal penting bagi masa depan anak-anak," ujarnya.
Dampak program ini mulai dirasakan oleh para orang tua. Salah satunya Bapak Helmi Ali Fikri, orang tua Aira Zivana Nazmi siswa kelas VD SD MUDABO.
"Alhamdulillah, Ustazah. Alhamdulillah dgn program S2B selain menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT juga melatih kedisiplinan, memberikan keteladanan, dan membangun ikatan emosional antara orangtua dengan anak,” katanya.
Semangat Program S2B juga sejalan dengan sabda Rasulullah SAW, "Shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan shalat Subuh. Seandainya mereka mengetahui keutamaan yang ada pada keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak." (HR. Bukhari dan Muslim).
Baca Juga: SPMB SMA/SMK Jalur Domisili Dibuka Dini Hari, Calon Siswa Bisa Pilih Tiga Opsi Sekolah
Hadis ini menjadi motivasi bahwa shalat Subuh berjamaah memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Karena itu, jika sekolah, keluarga, dan masyarakat mampu bergandengan tangan menjadikan shalat Subuh sebagai budaya, maka yang lahir bukan hanya generasi cerdas. Tapi, juga generasi yang berkarakter, mencintai masjid, serta mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman praktik ibadah.
Dari Bojonegoro, SD MUDABO berharap gerakan sederhana ini dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk bersama-sama membangun peradaban melalui keteladanan dan syiar kebaikan. (*/ewi)
Info SPMB SD Mudabo, scan di sini.
Editor : Farhan Reza Ardiansyah