Beri Tambahan Gizi dan Pendapatan, Gayatri Kembali Disalurkan, Bupati Wahono Tekankan Keberlanjutan

Muhammad Suaeb • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 09:30 WIB
GAYATRI: Bupati Bojonegoro Setyo Wahono didampingi perwakilan Kejaksaan Negeri Bojonegoro, dan Forkompimcam Dander berfoto bersama KPM penerima Program Gayatri 2026 dalam bimtek kemarin (21/7). Bupati menekankan keberlanjutan dalam Program Gayatri demi meningkatan kesejahteraan masyarakat. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
GAYATRI: Bupati Bojonegoro Setyo Wahono didampingi perwakilan Kejaksaan Negeri Bojonegoro, dan Forkompimcam Dander berfoto bersama KPM penerima Program Gayatri 2026 dalam bimtek kemarin (21/7). Bupati menekankan keberlanjutan dalam Program Gayatri demi meningkatan kesejahteraan masyarakat. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Program Gerakan Beternak Ayam Mandiri (Gayatri) kembali disalurkan pada tahun ini. Pada 2026 sebanyak 4.400 keluarga penerima manfaat (KPM) menjadi sasaran program yang bertujuan menambah gizi dan pendapatan masyarakat pra sejahtera tersebut.

Di 2025 lalu Program Gayatri juga telah dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten Bojonegoro melalui skema pendanaan APBD, APBDes dan CSR. Program pemberdayaan masyarakat tersebut terbukti memiliki multiplier effect peningkatan produksi telur lokal, peningkatan gizi dan pendapatan KPM.

Sepanjang Januari - Juni 2026 telur ras tidak menjadi komoditas penyumbang inflasi Bojonegoro. serta tumbuhnya unit-unit usaha baru perdagangan pakan ayam petelur dan produsen kandang baterai lokal di Bojonegoro.

Baca Juga: Komisi B DPRD Bojonegoro Sebut Subsidi Pakan Program Gayatri Solusi Jangka Pendek

Pogram Gayatri menjadi bukti komitmen Pemkab Bojonegoro untuk melepas masyarakat dari status pra sejahtera. Tentu dengan menekankan keberlanjutan dari Program Gayatri melalui pelatihan hingga pendampingan.

Termasuk pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) di Kecamatan Dander kemarin (21/7). Bimtek tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan KPM dalam pengelolaan usahan peternakan ayam petelur.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakkan) Bojonegoro Catur Rahayu mengatakan  dinas memberikan bimtek, pelatihan dan pendampingan budaya ayam peterlur bagi masyarakat kurang mampu. Sehingga dapat meningkatkan kemampuan dan ketrampilan serta pengelolaan usaha peternakan ayam petelur.

‘’Serta memberikan bantuan sarana dan prasarana baik berupa kandang, ayam petelur, dan pakan, serta obat-obatan,” ungkapnya.

Catur menjelaskan hingga saat ini bimtek sudah terselenggara di 11 lokasi berbeda dengan peserta 766 KPM. Tahun ini target program gayatri 4.400 KPM di 415 desa/kelurahan, sehingga rerata 10 hingga 20 KPM setiap desa/kelurahan.

Baca Juga: MPS Padangan Gelar Pelatihan KPM Gayatri dan Tebus Murah 1.000 Sembako

Kriteria KPM Program Gayatri masuk di DTSEN desil 1 hingga 5, usia produktif antara 18 tahun hingga 60 tahun, memiliki minat beternak, sanggup dan bertanggung jawab melakukan budidaya ayam petelur dan mengembangkan.  Juga bersedia mengikuti bimtek dan pembinaan serta memiliki lokasi penempatan kandang.

Menurut Catur materi bimtek mengenai manajemen budidaya ayam petelur, dan pakan. Juga manajemen kesehatan hewan dan perkandangan atau sanitasi serta pengelolaan kotoran ternak.

‘’Juga kelembagaan kelompok tani ternak. Serta pencatatan produksi dan keuangan dan pengelolaan Program Gayatri,” ungkapnya.

Pihaknya berharap melalui bimtek, KPM bisa menerapkan sebaik-baiknya dan melakukan pencatatan pada produksi maupun keuangan. Sehingga bisa menyisihkan uang dari hasil penjualan telur untuk pakan maupun kebutuhan lainnya.

‘’Juga bisa melanjutkan usaha Program Gayatri,” ungkapnya.

Selain itu, bisa membentukan kelembagaan beranggotakan KPM di desa. Sehingga membentuk kelompok dan bisa memudahkan pemasaran dan nilai tawar penjualan meningkat.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan yang berhak menerima Program Gayatri masyarakat berada desil 1 sampai 5 atau pra sejahtera. Melalui Program Gayatri Pemkab ingin masyarakat terlepas dari status itu.

Baca Juga: KPM Akui Gayatri Tak Bisa Menopang Ekonomi: Dampak Kenaikan Harga Pakan, Pemkab Wajibkan ASN Bojonegoro Membeli Telur

Bupati meminta KPM untuk menyisihkan pendapatan dari Gayatri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membeli ayam petelur baru. Sehingga gayatri bisa terus berlanjut. Bahkan turun temurun dengan menambah jumlah ayam petelur.

‘’Dimanfaatkan sebaik-baiknya,” terangnya.

Menurut Bupati KPM dipilih bukan hanya karena masuk desil 1 hingga 5. Namun memiliki kemauan dan kemampuan untuk merawat ayam petelur. Ditambah KPM mendapatkan pelatihan dan pendampingan.

‘’Sehingga paham betul mengenai manajemen budidaya ayam petelur,” ungkapnya. (*)

 

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
kecamatan dander kpm gayatri Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bojonegoro