Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Dinkes Bojonegoro Gencarkan Program Penanganan TBC Tahun 2024

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 23 November 2024 | 18:15 WIB
Grafis Kasus TBC di Bojonegoro (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Grafis Kasus TBC di Bojonegoro (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

 

 

 BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat upaya penanganan penyakit Tuberkulosis (TBC) melalui berbagai program strategis pada tahun 2024. Salah satu fokus utama adalah pencapaian target eliminasi TBC di wilayah tersebut, sejalan dengan program nasional Kementerian Kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, dr. Ani Pujiningrum mengatakan, telah mengintensifkan deteksi dini dan pengobatan TBC dengan melibatkan Puskesmas, rumah sakit, klinik swasta, hingga kader kesehatan di tingkat desa. “Kami berkomitmen untuk menurunkan angka prevalensi TBC di Bojonegoro melalui program skrining massal dan pengobatan yang tepat. Selain itu, edukasi kepada masyarakat terus ditingkatkan agar stigma terhadap penderita TBC dapat dihilangkan,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, sepanjang tahun 2023 ditemukan 2.770 kasus TBC dan di tahun 2024 hingga update tanggal 31 Okt ini telah ditemukan 2.060 kasus TBC di Bojonegoro. Angka ini menunjukkan peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya, yang disebabkan oleh intensitas pelacakan kasus yang lebih tinggi. “Kami memandang ini sebagai langkah positif karena semakin banyak penderita yang terdeteksi, maka pengobatan bisa segera dilakukan, sehingga dapat segera memutus rantai penularan” tambah dr. Ani.

Untuk tahun 2024, Dinas Kesehatan menargetkan deteksi minimal 90% kasus TBC di Bojonegoro melalui pendekatan active case finding (penemuan kasus aktif). Selain itu, program pemberian Terapi Pencegahan TBC (TPT) untuk keluarga kontak erat pasien juga menjadi prioritas, khususnya pada anak-anak.

Salah satu inovasi yang diterapkan adalah kerja sama dengan komunitas lokal, seperti Posyandu, dan pemanfaatan teknologi informasi untuk memudahkan pelaporan gejala dan hasil skrining TBC secara real-time.

Sementara itu, pemerintah daerah turut mendukung dengan alokasi anggaran khusus dalam APBD 2024 untuk penyediaan obat-obatan, fasilitas laboratorium, serta pelatihan tenaga medis.

Masyarakat diimbau untuk lebih sadar akan gejala TBC, seperti batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu, berkeringat di malam hari, dan penurunan berat badan. “Kami minta masyarakat tidak ragu memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala tersebut,” pungkasnya.

Dengan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, Dinas Kesehatan optimis Bojonegoro dapat mencapai eliminasi TBC pada 2030 sesuai target nasional. (*/tih)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#dinkes bojonegoro #tuberkulosis #gejala tbc #dinkes #TBC #Tingkatkan #penderita tbc #eliminasi #program #bojonegoro #kementrian kesehatan #dinas kesehatan #alokasi anggaran #penanganan #skrining tbc