RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro kepada petani diwujudkan dalam beberapa program unggulan untuk mendukung serta menunjang produktivitas tembakau di Bojonegoro.
Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, usaha tani tembakau menjadi prioritas dalam program yang dibentuk dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). “Ada tiga program, ya. Pelatihan peningkatan kualitas tembakau. Kemudian, dukungan sarana dan prasarana (sarpras) usaha tani tembakau. Yang ketiga itu bantuan alat pascapanen,” beber Kepala Bidang (Kabid) Sarana Prasarana dan Perlindungan Tanaman (Sarpras dan Perlintan) DKPP Bojonegoro Retno Budi Widyanti.
Program pelatihan bagi kelompok tani (poktan) tersebut dilaksanakan dari mulai tanam hingga panen tembakau. Bahkan, pelatihan tersebut juga didampingi langsung dari Balai Standar Instrumen Pertanian dari Provinsi Jawa TImur (Jatim).
“Sistemnya dari mulai tanam hingga panen. Jadi, didampingi dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKKP) dan juga dari Balai Standar Instrumen Pertanian (BSIP),” jelasnya.
Kemudian, untuk mendukung kesinambungan dari program pertama. DKPP juga menyiapkan bantuan sarpras bagi poktan agar program pelatihan peningkatan kualitas tembakau tersebut dapat berjalan lancar.
“Untuk sarpras ada bantuan pupuk non-subsidi, bantuan hand traktor, kemudian pembangunan jalan usaha tani JUT, juga jaringan irigasi usaha tani,” jelasnya.
Rinciannya, pupuk sebanyak 370 ton, JUT dari induk terdapat 16 titik yang kemudian ditambah dari P-APBD 14 titik. Kemudian untuk jaringan irigasi ada 4 titik. Selanjutnya juga ada hand traktor untuk lahan kering dari induk sebanyak 27 unit, serta tambahan dari P-APBD sebanyak 40 unit.
Terakhir, usaha tani tembakau juga dibantu dengan meningkatkan nilai tambah dari hasil panen. Tak lagi menjual dengan lembaran daun. Sebanyak 40 kelompok usaha tani tembakau dapat bantuan alat perajang guna memaksimalkan ketika menjual hasil panennya. “Dengan alat perajangan supaya meningkatkan nilai tambah,” pungkas Retno. (*/kam/cho)
Editor : Hakam Alghivari