BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), terhitung sejak awal Januari hingga akhir September 2024 sudah berhasil mengumpulkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak sebesar Rp 711 miliar.
Capaian tersebut sudah 78,73 persen dari target yang ditetapkan Pemkab Bojonegoro, yakni sebesar Rp 904 miliar. Kepala Bapenda Ibnu Soeyoeti menyebutkan, terdapat empat sektor dari sebelas objek pajak yang menjadi penyumbang tertinggi PAD di 2024.
Penyumbang PAD terbesar yakni pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) atas tenaga listrik yang mencapai Rp 47,7 miliar. Selanjutnya, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar Rp 45 miliar. Kemudian Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yakni sebesar Rp 15,5 miliar, serta PBJT atas makanan/minuman sebesar Rp 11,7 miliar.
’’Keempat sektor pajak tersebut telah berhasil menyumbang PAD Rp 100 miliar lebih,” jelas Ibnu. Dengan sudah tingginya capaian PAD pajak, Ibnu optimistis target sebesar Rp 904 miliar yang ditetapkan Pemkab Bojonegoro bisa terealiasi hingga akhir Desember mendatang.
Tentunya, lanjut Ibnu, keberhasilan pencapaian tersebut wajib disyukuri. Karena PAD merupakan salah satu modal keberhasilan dalam mencapai tujuan pembangunan daerah. ’’Makanya Bapenda terus mengintensifkan pengelolaan pajak daerah karena sebagai salah satu sumber PAD,” pungkasnya (*/van)
Editor : Yuan Edo Ramadhana