BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Penjabat (Pj) Bupati Bojonegoro Adriyanto resmi melantik dan mengukuhkan pengurus kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Bojonegoro di Ruang Angling Dharma Jumat (1/11). KTNA sebagai wadah pengembangan potensi pertanian dan mitra pemerintah.
Diharapkan, dapat turut serta dalam membangun pertanian dan kesejahteraan petani di Bojonegoro. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Helmy Elisabeth menyampaikan, KTNA merupakan suatu organisasi independen yang berorientasi pada aktivitas sosial agrikultur.
Berbasis agribisnis dan lingkungan hidup di perdesaan. Terdiri atas komunitas petani dan nelayan yang terpilih untuk mewakili daerah. ’’Organisasi KTNA ada pada level daerah, mulai tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga nasional,” ujarnya.
Sebelumnya, pada 3 Agustus 2024 telah dilakukan musyawarah pemilihan ketua dan pengurus KTN Bojonegoro yang disahkan oleh KTNA Jawa Timur. Yakni, dalam SK No. 016/SKEP/KTNA-JATIM/VIII/2024 tentang Susunan dan Personalia Pengurus Kelompok KTNA Kabupaten Bojonegoro Periode 2024-2029.
’’Diharapkan program kerja kepengurusan KTNA Bojonegoro dapat bersinergi dan mendukung program pemerintahan. Dalam pembangunan pertanian di Bojonegoro khususnya dan di Indonesia pada umumnya,” lanjutnya.
Pj Bupati Bojonegoro Adriyanto mengatakan, keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya bertumpu pada ketersediaan sumber daya manusia (SDM) pertama saja. Tapi, perlu dukungan dari semua stakeholder.
Sebagai salah satu wadah pengembangan potensi pertanian, sekaligus mitra pemerintah. Diharapkan, KTNA Bojonegoro dapat menjadi penggerak untuk memperluas networking, akses pasar, transfer teknologi, dan mengakses sumber daya lainnya. Untuk berkontribusi pada kesejahteraan petani.
’’KTNA harus memiliki program-program strategis dengan memanfaatkan peluang dan kesempatan. Serta, memaksimalkan sumber daya yang ada,” ujarnya. Orang nomor satu di Pemkab Bojonegoro tersebut mendorong, KTNA untuk bersama-sama dengan semua pihak mempercepat terwujudnya sektor pertanian yang unggul dan berdaya saing.
Dengan adanya kerjasama aktif, diharapkan berbagai tantangan di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dapat teratasi. Untuk itu, pengurus kelompok KTNA Bojonegoro harus sama-sama berjuang dan bekerja keras.
’’Selamat berkarya, selamat menjadi bagian pembangunan pertanian yang konstruktif untuk kesejahteraan petani di Bojonegoro,” pungkasnya. (*/ewi)
Editor : Yuan Edo Ramadhana