Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Disnakkan Bojonegoro Dorong Pengembangan Usaha Ternak Melalui Bimtek Standar Mutu, Sarana Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 26 Oktober 2024 | 18:15 WIB

 

BIMTEK: Disnakkan Bojonegoro galakkan program Bimtek Pengujian Kapasitas Penerapan Standar Mutu Pertanian dengan menghadirkan BSIP dan LPSI sebagai sarana.(DISNAKKAN BOJONEGORO FOR RADAR BOJONEGORO)
BIMTEK: Disnakkan Bojonegoro galakkan program Bimtek Pengujian Kapasitas Penerapan Standar Mutu Pertanian dengan menghadirkan BSIP dan LPSI sebagai sarana.(DISNAKKAN BOJONEGORO FOR RADAR BOJONEGORO)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Termasuk melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro.

Tentu dengan sejumlah program dimiliki organisasi perangkat daerah (OPD) berada di Jalan Basuki Rahmat tersebut. Salah satu program sudah dilaksanakan berupa Bimbingan Teknik (Bimtek) Pengujian Kapasitas Penerapan Standar Mutu Pertanian.

Bimtek berlangsung Kamis lalu (24/10) tersebut menghadirkan Kepala Badan Standart Intrumen Pertanian (BSIP) Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Jestro) Dr. Ir. Nurdiah Husnah, M.Si dan Kepala Loka Pengujian Standar Instrumen (LPSI) Ruminansia Besar drh. Dicky Mohammad Dikman, M.Phil sebagai narasumber.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Disnakkan Bojonegoro Elfia Nuraini mengatakan, Pemkab Bojonegoro memandang usaha ternak sebagai usaha yang sangat potensial. Sehingga, dijadikan salah satu kegiatan prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan.

Tentu perlu strategi dalam pembangunan usaha peternakan. Mulai dari mengelola potensi lokal peternakan, meningkatkan produksi dan produktivitas (mutu genetik), dan meningkatkan kualitas pelayanan pada masyarakat.

Juga meningkatkan kerja sama dengan kelompok masyarakat, stakeholder di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat, serta pihak ketiga seperti perguruan tinggi atau lembaga penelitian. Menurut Elfia, dengan adanya kegiatan bimtek tersebut menjadi bagian dari strategi untuk pembangunan usaha ternak.

Juga sarana sosialisasi standart nasional Indonesia (SNI) sapi pogasi dan kosentrat pakan sapi potong. ’’Pada 2021 lalu, Kabupaten Bojonegoro sudah bekerja sama dengan LPSI. Juga mendapat bantuan sapi pogasi sebanyak 18 ekor dan sekarang sudah berkembang dan beranak 129 ekor,” ungkapnya.

Mengingat, tambah dia, Bojonegoro merupakan salah satu wilayah sumber bibit sapi PO satu-satunya di Jawa Timur. Tepatnya, di Kecamatan Tambakrejo. Sehingga, perlu upaya melestarikan plasma nutfah sapi PO tersebut. ''Sebagai potensi sapi lokal Bojonegoro yang harus jadi kebanggaan," jelasnya. (*/irv)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#bsip #Pemkab #genetik #kesejahteraan #Kabid #kepala #ternak #Bimtek #disnakkan bojonegoro #Disnakkan #program #bojonegoro #masyarakat #opd #pengembangan usaha