BOJONEGORO, Radar Bojonegoro -SMP Plus Izzatul Ummah dengan megah berdiri di Desa Ngumpak Dalem, Kecamatan Dander. Sekolah baru berdiri sekitar dua tahun ini telah memiliki izin pendirian legal. Sehingga, sudah masuk dalam data pokok pendidikan (dapodik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
SMP ini di bawah naungan Yayasan BSA. Selain itu, terdapat Pondok Pesantren, Madrasah Diniyah Al-Wustho, dan Madrasah Diniyah Ta’miliyiah Wustho. Semua dalam satu nama, yakni Izzatul Ummah.
‘’Sekolah ini baru berjalan tahun kedua. Jadi, baru ada kelas 1 dan 2. Insya Allah akan dikembangkan untuk SMA, setelah anak-anak kelas 3,’’ ujar Ketua Yayasan Dr. Drs. H. Basuki, M.Pd., M.Pd.I..
SMP Plus Izzatul Ummah konsen dalam pengembangan pendidikan modern. Mengantarkan peserta didik menjadi generasi cerdas, terampil, unggul dalam prestasi, berakhlaqul karimah, dan berwawasan lingkungan. Hal tersebut menjadi visi SMP Plus Izzatul Ummah.
Ustadz Basuki sapaannya mengatakan, sekolah ini merupakan boarding school. Dimana para siswa dan pengajar menginap. Para siswa tinggal di asrama selama 24 jam. Setiap kamar diisi dengan enam santri dengan fasilitas memadai. Bahkan, untuk fasilitas makan diberikan tiga kali dalam sehari. Dengan menu yang benar-benar diperhatikan untuk kecukupan nilai gizi. Sehingga, anak-anak tidak akan mengalami kekurangan gizi selama di asrama.
‘’Publik tidak perlu khawatir. Pondok ini menganut akidah ahlussunnah wal Jamaah. Kami mendidik berdasar rahmatan lil’alamin,’’ terangnya.
Tidak hanya mendapat pelajaran akademik di dalam kelas. Para siswa di SMP Plus Izzatul Ummah juga diberikan ekstrakurikuler sesuai dengan bakat dan minat. Meliputi, English Conversation, Arabic Club, Tenis Meja, Robotika, Sepak Bola, Futsal, dan Voli. Selanjutnya, Gulat, Qiro’ah, Hadrah atau Gambus, Pembinaan Olimpiade, Sains & Matematika, Budidaya Tanaman, Hortikultura, hingga Pembinaan KIR.
Selain itu, terdapat Tahfidzul Qur’an, dimana para peserta nantinya siap menghafalkan 30 juz Al-Qur’an. Dengan target minimal 3 juz. Bahkan, terdapat program Tahtimul Qur’an yang dilakukan setiap hari.
‘’Anak-anak juga kami bekali dengan ilmu untuk terjun langsung ke masyarakat. Diajarkan fiqih-fiqih yang dibutuhkan di masyarakat. Tidak hanya teori, tapi juga praktik,’’ tambahnya.
SMP Plus Izzatul Ummah menerapkan kurikulum merdeka belajar yang dikombinasikan dengan kurikulum madrasah diniyah. Pengkreasian kurikulum merdeka belajar ini menjadi daya tarik dan keunggukan tersendiri.
‘’Lembaga ini kami create menjadi modern dan maju. Jadi, pembelajaran berbasis teknologi dan digital kami kuatkan,’’ tuturnya.
Beliau berharap, siswa SMP Plus Izzatul Ummah mampu bersaing menuju Indonesia Emas 2045. Menjadi kader-kader yang berperan aktif dalam mengisi pembangunan bangsa.
‘’Semua anak yang daftar ke sini, kami terima. Kami percaya, semua anak memiliki potensi. Tidak ada anak yang bodoh, yang ada hanya anak yang belum ketemu yang tepat untuknya,’’ tuturnya. (ewi)
Editor : Yuan Edo Ramadhana