BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pertumbuhan jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bojonegoro selalu meningkat setiap tahun. Bahkan, per Juni 2024 lalu, tercatat 91.621 UMKM tersebar di 28 kecamatan. Hal ini menjadi potensi besar untuk dikembangkan.
Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disdakop UM), terus mendorong UMKM naik kelas. Mulai dari pelatihan hingga menggelar tour pameran kearifan lokal pemberdayaan UMKM di 28 kecamatan.
Berdasarkan data Disdagkop UM Bojonegoro, jumlah UMKM per Juni 2024 yakni 91.621. Angka tersebut terus meningkat setiap tahunnya, dari 2023 yakni 91.390 usaha, kemudian 2022 sebanyak 86.820, lalu 2021 sebanyak 80.637 usaha.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) Bojonegoro Sukaemi menyampaikan, telah melakukan berbagai upaya untuk pengembangan UMKM, seperti pendampingan, bimbingan teknis, serta pelatihan.
‘’Sebagai upaya peningkatan sumber daya manusia, dan bisa membuat UMKM naik kelas,” terangnya.
Selain itu, Sukaemi mencatat pertumbuhan UMKM di Bojonegoro selalu bertambah setiap tahunnya. Sebagai pertanda baik, karena adanya potensi besar untuk dikembangkan.
‘’Sesuai data per Juni tahun ini (2024) ada sebanyak 91.621 UMKM, selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Bojonegoro Hanafi menyampaikan, UMKM sebagai salah satu potensi ekonomi, sebagai penopang pembangunan.
Sehingga, hal ini menjadi kewajiban pemerintah kabupaten untuk memfasilitasi dan memberdayakan. “Tour pameran UMKM ini dapat menggali potensi baru di setiap wilayah, serta menaikkan kelas UMKM,” katanya.
Pemkab melalui disdakop UM telah menyelenggarakan pameran kearifan lokal pemberdayaan UMKM, yang dilaksanakan mulai tanggal 2 Juli hingga 1 Oktober 2024 di 28 kecamatan. (*/dan)
Editor : Yuan Edo Ramadhana