Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Dukung Ekosistem Keuangan Inklusif, BPJS Ketenagakerjaan Dorong Pekerja Miliki Jamsostek

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 4 Agustus 2024 | 20:55 WIB
KONTRIBUSI: Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo menyerahkan secara simbolis kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada petani di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo.
KONTRIBUSI: Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo menyerahkan secara simbolis kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada petani di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - BPJS Ketenagakerjaan mendukung penuh program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) yang diresmikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Gelanggang Olah Raga (GOR) Desa Dolok Gede, Kabupaten Bojonegoro pasa Sabtu (3/8). Gelaran ini merupakan rangkaian usaha OJK dan berbagai pelaku jasa keuangan untuk meningkatkan literasi dan inklusi ekonomi di pedesaan, yang tujuannya untuk menggerakkan roda ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pedesaan. 

Hadir langsung dalam peresmian tersebut antara lain Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dan juga Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo. 

INKLUSI EKONOMI: Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan bersama berbagai pelaku jasa keuangan, hadir di tengah masyarakat, meningkatkan literasi dan inklusi ekonomi.
INKLUSI EKONOMI: Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan bersama berbagai pelaku jasa keuangan, hadir di tengah masyarakat, meningkatkan literasi dan inklusi ekonomi.

“Kehadiran kami ini bentuk dukungan kepada program EKI. BPJS Ketenagakerjaan melalui program jaminan sosial dari kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan pensiun, jaminan kehilangan pekerjaan hingga jaminan kematian akan menjadi jaring pengaman dalam perjalanan masyarakat menuju masyarakat yang sejahtera,” ucap Anggoro.

Dirinya menambahkan, inklusi keuangan menjadi salah satu bentuk konkret dari hadirnya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, bahkan dalam rangkaian acara tersebut, Anggoro Eko Cahyo memastikan serta menyerahkan secara simbolis kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada salah satu perwakilan ketua kelompok tani di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo. 

“Inklusi keuangan mampu menjadi salah satu solusi bagi ketimpangan yang terjadi, kami terus berupaya untuk memperluas cakupan kepesertaan. Melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan yang diamanahkan kepada BPJS Ketenagakerjaan diharapkan seluruh masyarakat khususnya pekerja dapat terlindungi dari risiko-risiko pekerjaan yang ada, dalam hal ini BPJS Ketenagakerjaan sudah melakukan kerja sama dan mendapatkan sambutan baik dari Pemerintah Bojonegoro, di mana dari 30% yang terlindungi kini menjadi 70%,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Rd Edi Sasono menyampaikan, bahwa kantor cabang Bojonegoro selalu melakukan monitoring pada program jaminan sosial ketenagakerjaan, hingga edukasi tentang pentingnya perlindungan kepada pekerja, khususnya di sektor informal. Mulai dari wirausaha, petani, marbot, hingga driver ojek. Terlebih, dengan peningkatan pekerja di Bojonegoro yang terlindungi menjadi 70 persen, dan merata di 28 kecamatan di Bojonegoro. "Diharapkan dapat memberikan kontribusi positif melalui peningkatan jaminan sosial, dan mendukung ekosistem keuangan inklusif di wilayah Kabupaten Bojonegoro," terangnya.

KOMPAK: Pelaku jasa keuangan bersama Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, dan PJ Bupati Bojonegoro Adriyanto, membuka secara langsung kick off ekosistem keuangan inklusif di pedesaan.
KOMPAK: Pelaku jasa keuangan bersama Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, dan PJ Bupati Bojonegoro Adriyanto, membuka secara langsung kick off ekosistem keuangan inklusif di pedesaan.

Selanjutnya Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar menerangkan, program EKI berperan penting dalam inklusi literasi sektor jasa keuangan. Program EKI ini akan meningkatkan pertumbuhan warga desa jadi kunci penguatan ekonomi daerah yang akhirnya dapat meningkatkan ekonomi nasional. Hendra meyakini setiap desa memiliki keunikan yang bisa dikelola dan dimanfaatkan sebagai potensi menggerakkan roda perekonomian warga lokal. Hal ini menjadi elemen penopang ekonomi daerah.

"Desa inilah jadi prototipe pengembangan desa dilakukan dengan pemetaan, baik soal potensinya untuk didukung sektor jasa keuangan yang pada gilirannya stimulasi produktivitas desa," terang Mahendra Siregar.

Dalam kesempatan yang sama hadir juga Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Timur, Hadi Purnomo yang menjelaskan bahwa, pihaknya menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan kick off Ekosistem Keuangan Inklusif di wilayah pedesaan.

“Desa ini merupakan ekosistem yang juga menjadi prioritas BPJS Ketenagakerjaan, kami akan terus berupaya untuk memaksimalkan cakupan kepesertaan program jaminan sosial ketenagakerjaan khususnya di wilayah kami di Jawa Timur. Sosialisasi dan edukasi secara masif kepada seluruh masyarakat pekerja akan kami dorong terus agar pekerja dapat bekerja keras dan bebas cemas karena risikonya telah dicover BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu kerja sama yang baik dengan stakeholder juga penting agar terciptanya masyarakat Indonesia yang sejahtera,” tutup Hadi. (dan/)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#tambakrejo #bpjs #pedesaan #Direktur Utama #keuangan #bojonegoro #menteri #inklusi keuangan #sekretaris negara