LAMONGAN, Radar Lamongan - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lamongan sukses menggelar Awarding Lingkungan Hidup 2023, Rabu (1/11), di Sport Center Lamongan (SCL). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada kelompok masyarakat, RT/RW, sekolah, dan camat yang berdedikasi tinggi dalam pengelolaan lingkungan. Diharapkan nantinya bisa mendukung Lamongan Green and Clean (LGC) reborn, adiwiyata kabupaten, dan bersih sampah liar kecamatan.
Apresiasi ini diberikan kepada 201 penerima penghargaan, 141 RT dalam LGC reborn, dan 10 kecamatan yang berhasil sebagai top 10 BSLK. Kemudian 10 sekolah predikat adiwiyata kabupaten, 5 camat pembina LGC terbaik, 8 lurah/ kades pembina LGC terbaik, dan 4 sekolah predikat adiwiyata mandiri dan nasional.
Selain itu, 3 sekolah dengan predikat adiwiyata provinsi, 5 desa/ kelurahan dengan predikat berseri Jatim, 8 wilayah dengan predikat Proklim Nasional (utama, madya), dan satu sekolah dengan PJAS terbaik 1.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lamongan, Andhy Kurniawan, ST, MMT, mengatakan, penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi setinggi-tingginya kepada wilayah, yang sudah melakukan pengelolaan lingkungan hidup terbaik. Sehingga, Pemkab Lamongan melalui DLH memberikan dukungan sarana prasarana pengelolaan sampah, serta memberikan hadiah uang pembinaan sebagai bentuk terima kasihnya.
Dukungan apresiasi pengelolaan sampah ini diberikan kepada pelaku usaha kegiatan yang komitmen dengan pengelolaan lingkungan hidup. Salah satunya Bank Jatim, PT. Dowa Ecosistem Indonesia, asosiasi Developer Lamongan, PT. BMI, PT. Buildyet, PT. Omya Indonesia, dan PT. Bahari Biru Nusantara.
Menurut Andhy, komitmen dan kontinuitas pengelolaan lingkungan hidup menjadi asset besar, untuk menjadikan Lamongan berketahanan iklim. Apalagi isu global pengelolaan sampah dan perubahan iklim sedang ramai. Sehingga, dinas berupaya melahirkan inovasi untuk menjadikan Lamongan bersih, indah, teduh, dan berketahanan iklim.
‘’Dampak perubahan iklim ini nyata, ditandai dengan naiknya suhu global. Sehingga harus disikapi dengan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim,” ujarnya.
Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi yang diberikan pemerintah atas partisipasi seluruh masyarakat, yang memiliki kepedulian besar dalam pengelolaan lingkungan hidup. Karena isu dunia yang mengemuka sekarang ialah perubahan iklim karena el nino, serta isu pengelolaan sampah.
Namun di tengah isu tersebut, Bupati Yes berhasil menerima penghargaan sebagai green leadership dan penghargaan Pembina Proklim terbaik dari Kementrian KLHK. Sehingga penting diketahui jika upaya seluruh masyarakat Lamongan mendapatkan hasil.
‘’Semoga ikhtiar dan upaya ini bisa berkelanjutan, kita bisa istiqomah dalam mengelola kelestarian lingkungan hidup untuk generasi masa depan yang lebih baik,” ucap Bupati Yes. (rka/ind)
Editor : Hakam Alghivari