Hingga kemarin, kontingen Bojonegoro meraih 28 medali. Terdiri tujuh emas, delapan perak, dan 13 perunggu. Lompatan 19 medali diperoleh dari cabor angkat besi. Empat dari judo, juga masing-masing satu dari kempo, taekwondo, catur, sepatu, dan panahan.
Saifuddin koordinator Kontingen Bojonegoro mengatakan, sebenarnya peluang medali emas diperoleh cabor sepatu roda. Pertandingan digelar di Tamburaya, Pasiran, Kabupaten Lumajang, ternyata Sang Dewa finish balapan nomor satu.
Namun, usai finish tak berapa lama terdapat ofisial kontingen Sidoarjo melayangkan protes atas kemenangan Sang Desa Baskara. ‘’Dianggap mengenai kaki pemain Sidoarjo di putaran akhir. Sehingga di hukum hanya dapat perunggu,’’ tambah Saifuddin.
Tentu, Sang Dewa hanya memperoleh medali perunggu. Sedangkan medali emas diperoleh kontingen Surabaya.
Sekretaris KONI Bojonegoro Tonny Ade Irawan mengatakan, selain dari sepatu roda, kontingen Bojonegoro juga meraih medali perunggu di cabor panahan. Pertandingan di Stadion Magenda Bondowoso, Bagas Setyo Luhur meraih perunggu recurve putra jarak 70 meter.
Tonny menjelaskan, satu perunggu Bojonegoro lainnya dari cabor judo digelar di GOR Baluran, Situbondo. Nopita Hidayatul meraih perunggu kelas 41 kilogram. ‘’Hari ini hanya menambah tiga medali perunggu,’’ ungkapnya.
Tonny menambahkan banyak cabang olahraga saat ini belum menyelesaikan pertandingan. Sehingga perolehan medali kontingen Bojonegoro masih berpotensi tambah bagi. (irv/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto