‘’Setiap tahun hasil panen padi selalu meningkat,’’ ungkap Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura (DKPP) Bojonegoro Imam Nurhamid Arifin Senin (23/22).
Tahun ini hasil pertanian padi di Bojonegoro ditargetkan mencapai 153.250 hektare. Target itu optimistis tercapai karena lahan di Bojonegoro sangat mendukung. Sistem pengairan juga mendukung hasil panen bisa melimpah.
Imam menjelaskan, tidak semua lahan di Bojonegoro memiliki irigasi yang bagus. Namun, areal lahan yang irigasinya bagus cukup banyak. Diantaranya lahan pertanian di bantaran Bengawan Solo. Lahan itu membentang dari Margomulyo sampai Baureno.
‘’Belum lagi di sepanjang aliran Kali Pacal,’’ jelasnya.
Lahan-lahan itu, lanjut Imam, bisa panen padi setahun penuh. Sebab, ketersediaan air sangat mencukupi untuk melakukan tanam padi.
Menurut Imam, hasil pertanian di Bojonegoro selalu diurutan tiga besar Jawa Timur (Jatim). Tahun 2021 lalu Bojonegoro memperoleh ranking tiga penghasil padi terbesar di Jatim. Bojonegoro juga pernah mendapatkan predikat nomor 1 penghasil padi terbanyak Jatim.
‘’Hasil produksi padi Bojonegoro selalu tinggi,’’ jelasnya.
Imam melanjutkan, kualitas padi asal Bojonegoro juga bagus. Bahkan, banyak pembeli gabah dari luar daerah yang banyak mencari gabah di Bojonegoro.
‘’Kami yakin tahun ini luas areal panen padi bisa tercapai,’’ terangnya. (*) Editor : M. Yusuf Purwanto