BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Sosok sederhana yang merakyat melekat dalam diri Nurul Azizah. Sapa dan senyum terbaik selalu tersembahkan dari perempuan kelahiran 5 April 1969 tersebut. Dimanapun dan untuk siapapun. Tak heran, jika kesan ramah selalu didapatkannya.
Lahir dan besar di Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander yang identik dengan lingkungan agamis karena dipenuhi Pondok Pesantren. Membuat Nurul Azizah selalu memegang teguh nilai-nilai agama dalam kehidupannya. Kesibukan sebagai pejabat publik tidak membuat ia lupa akan Rabb-nya.
Hal tersebut tidak terlepas dari didikan luar biasa dari kedua orang tuanya, H. Chozin Mabruri (alm) yang merupakan PNS Kantor Kemenag dan Hj. Asri’ah (almh). Dalam prinsip hidupnya, Mbak Nurul sapaan akrabnya selalu taat dan tawaduk kepada orang tua.
Asuhan dan didikan lembut dengan sentuhan manis orang tua berhasil membawa ketujuh anaknya menjadi orang-orang yang berhasil. Bahkan, keluarganya pernah dinobatkan sebagai Keluarga Sakinah Teladan Jawa Timur pada 2006.
Nurul Azizah merupakan anak kedua dari tujuh bersaudara. Saudara tertuanya, yakni Hj. Hamida Hayati, S.E sebagai pensiunan BRI. Selanjutnya, anak ketiga adalah Dr.H. Didik Farchan Ali Syahdi, SH, MH. sebagai Jaksa atau Kajati Banten. Kemudian, Ir.Hj. Elfia Nuraini, SPT, MP sebagai PNS; dr.Hj. Ulfa Cholili, Sp.PD. KGOH, FINASIM sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam Sub Liver; Hj.Erna Zulaikah, ST, MM. sebagai PNS; dan H.Helmi Alifikri, S.STP,MM. sebagai PNS.
‘’Dalam mendidik anak selalu menanamkan niat, tekad, dan semangat. Mencari bekal ilmu agama dan umum. Serta, bermanfaat untuk orang lain,’’ kenangnya kepada kedua orang tua.
Tidak hanya sukses menjadi anak hebat dari orang tuanya. Sosok Camat Teladan Tingkat Provinsi Jawa Timur pada 2018 tersebut juga berhasil menjadi istri dan ibu luar biasa. Pernikahan pada 1991 bersama sang suami, AKBP (p). Ir. Budi Djatmiko, SH. menghadirkan dua buah hati dalam keluarga kecilnya. Yakni, AKP. Fahmi Noor Adly, S.I.K., M.Si. yang menempuh karir sebagai Sespri Kabareskrim. Anak kedua, dr. Fauzia Noor Alifa sebagai seorang dokter di Rumah Sakit Wava Husada Kepajen.
Sesuai namanya, Nurul yang berarti cahaya dan Azizah yang disayangi atau kuat. Begitupun kehadirannya di dunia ini. Selain menjadi cahaya yang disayangi dan kuat dalam keluarganya. Ia juga memancar terang di tengah-tengah masyarakat dengan kepribadian dan prestasinya.
Dengan motto Asli Luweh Apik, perempuan menjabat sebagai Sekretaris Daerah Bojonegoro sejak 2019 tersebut menyalonkan diri sebagai Wakil Calon Bupati Bojonegoro berpasangan dengan Setyo Wahono.
Dengan dorongan dan dukungan dari para kyai-kyai Kendal, Langitan, serta masyarakat Bojonegoro. Nurul Azizah maju untuk ikut serta dalam Pilkada 2024. Beliau berikhtiar untuk dharma bakti dirinya dan kepentingan masyarakat Bojonegoro.
‘’Semoga membawa berkah dan barokah,’’ tuturnya. (ewi)
Editor : Yuan Edo Ramadhana