alexametrics
24.4 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Mendag Lutfi: Target  Indonesia, Pulihkan Ekonomi Dunia

Hadiri  World  Economic  Forum

SWISS, Radar Bojonegoro – Menteri  Perdagangan  Muhammad  Lutfi  bertolakke  Davos,  Swiss  untuk menghadiri  Forum  Ekonomi  Dunia  (World Economic  Forum/WEF).   Pertemuan tahunan  ini  akan berlangsung  pada  22—26  Mei  2022.  Mendag  Lutfi  dijadwalkan    menghadirisejumlah  pertemua n termasuk   dengan pelaku  usaha  global  dari berbagai  negara  di  dunia  serta mempromosikan Presidensi  G20  Indonesia.

 

Target  Indonesia,  forum  ini  dapatmenemukan   solusi  atas  berbagai  masalah global yang sedang terjadi saat ini guna  pemuulihan ekonomi dunia. Pertemuan  Tahunan WEF itu  merupakan  ajang bertemunya  pemimpin  dunia, pelaku bisnis, politisi, cendekia, dan media terpilih dari seluruh dunia. Dalam forum  tersebut  mereka  akan saling bertukar pandangan  untuk  menyelesaikan  permasalahan  global  sekaligus membuka  peluang  bisnis  guna meningkatkan  perdagangan dan investasi sebagai pendorong pertumbuhan  ekonomi.

 

WEF 2022 mengangkat tema “History at a Turning Point: Government Policies and Business Strategies”. Pertemuan tahunan ini bertepatan dengan momen geopolitik dan geoekonomi terpenting selama tiga dekade terakhir dan latar belakang pandemi dalam satu abad. Sempat ditunda penyelenggaraannya pada 2021 akibat pandemi Covid-19, kini WEF 2022 kembali digelar.

Baca Juga :  Santuni Anak Yatim Saat Ramadhan, Airlangga Didoakan Jadi Presiden 2024

 

“Kunjungan kerja ke Swiss untuk menghadiri WEF 2022 merupakan salah satu upaya kita untuk meningkatkan kerja sama perdagangan Indonesia, tidak hanya dengan mitra kerja pemerintah, tetapi juga dengan pelaku usaha global. Melalui WEF 2022, kita juga berharap dapat menemukan solusi untuk berbagai tantangan global yang dihadapi seperti pandemi global, perang Rusia-Ukraina, guncangan geo-ekonomi, hingga perubahan iklim,” ujar Mendag Lutfi.

 

 

Mendag Lutfi juga dijadwalkan menghadiri sejumlah agenda dan pertemuan. Di antaranya, menjadi panelis dan menyampaikan kata penutup pada sesi Country Strategy Dialogue on Indonesia. Sejumlah isu yang akan dibahas pada Country Strategy Dialogue on Indonesia yaitu Presidensi G20 Indonesia; Trade, Investment, and Indsutry Working Group (TIIWG), Keketuaan Indonesia di ASEAN 2023; serta ekonomi digital ASEAN.

Baca Juga :  Indonesia dan Singapura Eratkan Kerja Sama Pariwisata dan Transisi Energi

 

 

Selain itu, Mendag Lutfi dijadwalkan untuk menghadiri ajang Indonesia Night yang digelar Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI di sela agenda WEF 2022. Indonesia akan menunjukkan keramahan dan prospek bisnis dengan menyajikan sejumlah tarian tradisional, lagu-lagu daerah, hidangan nusantara; serta menampilkan informasi perkembangan investasi di Indonesia.

 

 

Di akhir kunjungan kerjanya, Mendag Lutfi dijadwalkan menjadi panelis pada sesi Assessing the Role of the Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) Trade Agreement. Dalam kesempatan tersebut, Mendag akan membahas tentang Peran Persetujuan RCEP terhadap pertumbuha n ekonomi Indonesia, regional, dan dunia. (*)

SWISS, Radar Bojonegoro – Menteri  Perdagangan  Muhammad  Lutfi  bertolakke  Davos,  Swiss  untuk menghadiri  Forum  Ekonomi  Dunia  (World Economic  Forum/WEF).   Pertemuan tahunan  ini  akan berlangsung  pada  22—26  Mei  2022.  Mendag  Lutfi  dijadwalkan    menghadirisejumlah  pertemua n termasuk   dengan pelaku  usaha  global  dari berbagai  negara  di  dunia  serta mempromosikan Presidensi  G20  Indonesia.

 

Target  Indonesia,  forum  ini  dapatmenemukan   solusi  atas  berbagai  masalah global yang sedang terjadi saat ini guna  pemuulihan ekonomi dunia. Pertemuan  Tahunan WEF itu  merupakan  ajang bertemunya  pemimpin  dunia, pelaku bisnis, politisi, cendekia, dan media terpilih dari seluruh dunia. Dalam forum  tersebut  mereka  akan saling bertukar pandangan  untuk  menyelesaikan  permasalahan  global  sekaligus membuka  peluang  bisnis  guna meningkatkan  perdagangan dan investasi sebagai pendorong pertumbuhan  ekonomi.

 

WEF 2022 mengangkat tema “History at a Turning Point: Government Policies and Business Strategies”. Pertemuan tahunan ini bertepatan dengan momen geopolitik dan geoekonomi terpenting selama tiga dekade terakhir dan latar belakang pandemi dalam satu abad. Sempat ditunda penyelenggaraannya pada 2021 akibat pandemi Covid-19, kini WEF 2022 kembali digelar.

Baca Juga :  Perkuat Pelayanan, Resmikan Gedung Tiga Puskesmas

 

“Kunjungan kerja ke Swiss untuk menghadiri WEF 2022 merupakan salah satu upaya kita untuk meningkatkan kerja sama perdagangan Indonesia, tidak hanya dengan mitra kerja pemerintah, tetapi juga dengan pelaku usaha global. Melalui WEF 2022, kita juga berharap dapat menemukan solusi untuk berbagai tantangan global yang dihadapi seperti pandemi global, perang Rusia-Ukraina, guncangan geo-ekonomi, hingga perubahan iklim,” ujar Mendag Lutfi.

 

 

Mendag Lutfi juga dijadwalkan menghadiri sejumlah agenda dan pertemuan. Di antaranya, menjadi panelis dan menyampaikan kata penutup pada sesi Country Strategy Dialogue on Indonesia. Sejumlah isu yang akan dibahas pada Country Strategy Dialogue on Indonesia yaitu Presidensi G20 Indonesia; Trade, Investment, and Indsutry Working Group (TIIWG), Keketuaan Indonesia di ASEAN 2023; serta ekonomi digital ASEAN.

Baca Juga :  Bojonegoro Bersholawat Jadi Berkah bagi Pelaku Industri Kecil

 

 

Selain itu, Mendag Lutfi dijadwalkan untuk menghadiri ajang Indonesia Night yang digelar Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI di sela agenda WEF 2022. Indonesia akan menunjukkan keramahan dan prospek bisnis dengan menyajikan sejumlah tarian tradisional, lagu-lagu daerah, hidangan nusantara; serta menampilkan informasi perkembangan investasi di Indonesia.

 

 

Di akhir kunjungan kerjanya, Mendag Lutfi dijadwalkan menjadi panelis pada sesi Assessing the Role of the Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) Trade Agreement. Dalam kesempatan tersebut, Mendag akan membahas tentang Peran Persetujuan RCEP terhadap pertumbuha n ekonomi Indonesia, regional, dan dunia. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/