alexametrics
33.4 C
Bojonegoro
Saturday, September 24, 2022

BPJS Ketenagakerjaan Blora Salurkan Manfaat Kepada Warga

- Advertisement -

BLORA, Radar Bojonegoro – BPJS Ketenagakerjaan Blora salurkan manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat. Hingga Juli sudah tersalurkan Rp 31,9 miliar. Kegiatan hari ini sebagai bukti nyata bahwa BPJAMSOSTEK memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya kepada para ahli waris penerima santunan.

 

Hingga Juli tahun ini, BPJS Ketenagakerjaan telah menyalurkan jaminan kematian Rp 3,4 miliar, jaminan hari tua Rp 27 miliar dan beasiswa Rp 467 juta. Optimalisasi pelaksanaan Program BPJS Ketenagakerjaan ini juga sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2021.

 

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Blora M Andy Heriamsah memberikan secara simbolis kepada tiga penerima manfaat program BPJS Ketenagakerjaan, manfaat kepesertaan langsung dirasakan oleh masyarakat, baik itu untuk jaminan kematian , jaminan hari tua dan beasiswa pendidikan diserahkan langsung oleh Sekda Blora, Asisten Pemerintahan dan Kesra serta Kepala Bappeda.

Baca Juga :  Grebeg Bangkle di Blora Dikonsep Event Tahunan
- Advertisement -

 

“Kita melakukan rapat dengan pemkab blora monitoring dan evaluasi kepesertaan pekerja rentan, selain itu juga memberikan santunan kepada beberapa peserta BPJAMSOSTEK,” ucapnya.

 

Andy menerangkan dalam rapat tersebut juga membahas mengenai jumlah angkatan kerja di Kabupaten Blora yang berjumlah 467 018 pekerja. Pekerja Penerima Upah sebanyak 114 ribu pekerja sudah terlindungi 46,99 persen.

 

Hadir dalam agenda tersebut Sekretaris daerah, Bappeda, Disperinaker dan staf ahli Bupati, BAZNAS, BUMN, BUMD. “Kami ajak pemkab dan stakeholder terkait untuk gotong royong mendaftarkan pekerja, terutama bagi pekerja informal yang masih sangat rendah sebesar 5,08% ,” jelas Andy.

 

Lanjutnya, dalam rapat tersebut juga dimaksudkan untuk menjadikan program Jamsostek sebagai program prioritas daerah, untuk perlindungan bagi pekerja dan keluarga. Kedua mengalokasikan APBD untuk memberikan subsidi iuran BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga :  Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II di Atas Inflasi

 

Selain itu juga mendorong adanya sistem perlindungan bagi pekerja informal dengan semangat gotong royong. Mengusulkan pembuatan SK bupati untuk program satu desa melindungi pekerja rentan di daerahnya. Meningkatkan literasi masyarakat terhadap pentingnya program jamsostek melalui kegiatan bersama sosialisasi dan edukasi. (*)

BLORA, Radar Bojonegoro – BPJS Ketenagakerjaan Blora salurkan manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat. Hingga Juli sudah tersalurkan Rp 31,9 miliar. Kegiatan hari ini sebagai bukti nyata bahwa BPJAMSOSTEK memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya kepada para ahli waris penerima santunan.

 

Hingga Juli tahun ini, BPJS Ketenagakerjaan telah menyalurkan jaminan kematian Rp 3,4 miliar, jaminan hari tua Rp 27 miliar dan beasiswa Rp 467 juta. Optimalisasi pelaksanaan Program BPJS Ketenagakerjaan ini juga sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2021.

 

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Blora M Andy Heriamsah memberikan secara simbolis kepada tiga penerima manfaat program BPJS Ketenagakerjaan, manfaat kepesertaan langsung dirasakan oleh masyarakat, baik itu untuk jaminan kematian , jaminan hari tua dan beasiswa pendidikan diserahkan langsung oleh Sekda Blora, Asisten Pemerintahan dan Kesra serta Kepala Bappeda.

Baca Juga :  Jatim Jadi Provinsi dengan Siswa Terbanyak Diterima SNMPTN 2022
- Advertisement -

 

“Kita melakukan rapat dengan pemkab blora monitoring dan evaluasi kepesertaan pekerja rentan, selain itu juga memberikan santunan kepada beberapa peserta BPJAMSOSTEK,” ucapnya.

 

Andy menerangkan dalam rapat tersebut juga membahas mengenai jumlah angkatan kerja di Kabupaten Blora yang berjumlah 467 018 pekerja. Pekerja Penerima Upah sebanyak 114 ribu pekerja sudah terlindungi 46,99 persen.

 

Hadir dalam agenda tersebut Sekretaris daerah, Bappeda, Disperinaker dan staf ahli Bupati, BAZNAS, BUMN, BUMD. “Kami ajak pemkab dan stakeholder terkait untuk gotong royong mendaftarkan pekerja, terutama bagi pekerja informal yang masih sangat rendah sebesar 5,08% ,” jelas Andy.

 

Lanjutnya, dalam rapat tersebut juga dimaksudkan untuk menjadikan program Jamsostek sebagai program prioritas daerah, untuk perlindungan bagi pekerja dan keluarga. Kedua mengalokasikan APBD untuk memberikan subsidi iuran BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga :  Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II di Atas Inflasi

 

Selain itu juga mendorong adanya sistem perlindungan bagi pekerja informal dengan semangat gotong royong. Mengusulkan pembuatan SK bupati untuk program satu desa melindungi pekerja rentan di daerahnya. Meningkatkan literasi masyarakat terhadap pentingnya program jamsostek melalui kegiatan bersama sosialisasi dan edukasi. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

MenPAN-RB Ajak Survei Kepuasan Publik

Proyek RPH Blora, Dinilai Lambat

Dinas PMD Masih Konsultasi dengan Pakar

Dua Kades di Blora Terancam Diberhentikan


/