Senin, 20 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Markah Jalan Nasional Dicat Kuning

Jalan Bojonegoro-Cepu Mulus H-10

11 Mei 2019, 13: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BERUBAH KUNING: Markah Jalan Nasional kini mulai dicat kuning. Seperti Jalan Untung Suropati, Kecamatan Kota ini. Jalan nasional persisnya Desa Sudu, Kecamatan Gayam, kini dilebarkan.

BERUBAH KUNING: Markah Jalan Nasional kini mulai dicat kuning. Seperti Jalan Untung Suropati, Kecamatan Kota ini. Jalan nasional persisnya Desa Sudu, Kecamatan Gayam, kini dilebarkan. (M. NURCHOLISH/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

BOJONEGORO - Perbaikan jalan nasional di wilayah Bojonegoro, persisnya di Desa Sudu, Kecamatan Gayam, terus dikebut. Perbaikan itu ditargetkan usai pada H-10 mendatang. Jalan dilebarkan menjadi 7,5 meter.

Selain itu, markah di sepanjang jalan nasional juga mulai dicat kuning. Dari sebelumnya, cat putih. “Jadi, saat musim mudik tiba jalan sudah mulus,” kata Kristanto Yuda, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Nasional di Bojonegoro kemarin (10/5).

Yuda menjelaskan, perbaikan saat ini difokuskan pada jalan nasional di kawasan Sudu, Kecamatan Gayam. Jalan di lokasi itu tengah dilebarkan. Namun, pelebarannya tidak lebar. Hanya 1,5 meter.

“Dari 6 meter menjadi 7,5 meter,” katanya (10/5).

Jalan itu dilebarkan lebih dulu. Sebab, kondisinya tidak bagus. Bergelombang dan sempit. Sehingga, lebih didahulukan pelebarannya. “Selain itu, tanahnya juga sudah siap. Jadi, langsung kita kerjakan,” ujar Yuda, sapaannya.

Pengerjaan jalan itu sudah dilakukan sejak bulan lalu. Pengerjaan berjalan agak lambat karena itu jalur utama Bojonegoro-Ngawi dan Bojonegoro-Blora. Kemacetan akibat perbaikan jalan itu tidak bisa dihindarkan.

Untuk jalan lainnya, terus dilakukan perbaikan ringan. Sehingga, H-10 mendatang semua jalan mulus.

Selain pelebaran jalan di kawasan Sudu, saat ini yang tengah dilakukan adalah memperbaharui markah jalan. Markah yang diberikan saat ini berbeda dengan biasanya. Markah dicat kuning, dari sebelumnya putih.

“Saat ini jalan nasional memang diperintahkan memberikan markah kuning,” jelasnya.

Menurut Yuda, perubahan warna markah itu hanya untuk membedakan antara jalan nasional dan yang bukan. Sebab, selama ini masih belum ada pembeda antara mana jalan nasional, provinsi, dan nasional.

Saat ini yang sudah diberikan warna kuning adalah Jalan Bojonegoro-Ngawi. Sedangkan, Bojonegoro-Babat masih belum. “Rencananya nanti sampai akhir tahun Bojonegoro-Babat sudah diberi markah kuning,” jelasnya.

Sementara itu, Kasi Perbaikan Jalan UPT Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Jatim di Bojonegoro Purwanto mengatakan, perbaikan jalur Temayang-Gondang masih belum dilakukan. Sebab, waktunya tidak mencukupi.

“Nanti kalau dikerjakan akan mengganggu mudik Lebaran. Jadi, saat ini hanya dilakukan pengukuran saja,” jelasnya.

Purwanto menjelaskan, pengerjaan jalan itu memang membutuhkan waktu agak lama. Sekitar 7 bulan. Sehingga, estimasinya baru selesai pada Desember.

(bj/zim/rij/aam/cho/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia