Senin, 20 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Kemenag Belum Ketahui Pemicu Dua CJH Gagal Lunasi BPIH

11 Mei 2019, 12: 15: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

ATRIBUT HAJI: CJH melihat berbagai kelengkapan pakaian haji di Jalan Panglima Polim, Bojonegoro (20/2) lalu.

ATRIBUT HAJI: CJH melihat berbagai kelengkapan pakaian haji di Jalan Panglima Polim, Bojonegoro (20/2) lalu. (M. NURCHOLISH/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

BOJONEGORO - Jadwal pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahap II telah ditutup kemarin (10/5). Ada dua dari 183 calon jamaah haji (CJH) gagal melunasi karena data kesehatan belum masuk.

Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Asyik Syamsul Huda mengatakan, dua CJH itu warga Kecamatan Bojonegoro Kota. “Dua CJH yang gagal itu atas nama Mukanan bersama anak atau istrinya, warga Desa Sukorejo, Kecamatan Kota,” jelasnya.

Asyik menjelaskan, kurang memahami kesalahan ada pada siapa, sehingga dua CJH tersebut gagal melunasi. Karena syarat utama pelunasan ialah surat keterangan sehat dari puskesmas atau bisa disebut istithaah (mampu) sehat.

Tapi, menurut informasi yang ia peroleh, hasil laboratorium tes kesehatan, yang bersangkutan baru keluar hari ini (1/5). “Penyebab pastinya data hasil laboratorium terlambat ia belum tahu. Yang pasti setelah tahap II ditutup, kemungkinan CJH tersebut akan masuk porsi tahun depan, karena tahap III juga belum pasti,” ujarnya.

Menurutnya, syarat utama pelunasan, yakni istithaah sehat diharapkan tidak ada CJH yang meninggal saat menunaikan ibadah haji. Apabila ada yang risiko tinggi (risti) tentu akan diberikan pendampingan. Sementara, para CJH tahap I saat ini tinggal menunggu pra-manifes untuk pembagian kloter.

Terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Paiman mengungkapkan, para CJH tahap II akan melaksanakan vaksinasi meningitis dan influenza pada 15-17 Mei. Pihaknya berharap semakin ketatnya pengisian porsi haji bisa meminimalisasi CJH meninggal dunia.

“Setiap puskesmas juga memiliki tugas memantau para CJH yang risti, agar ketika hari H bisa berangkat dalam kondisi prima,” ungkap dia.

(bj/gas/rij/cho/aam/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia