Senin, 20 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal
Dua Masih Kabur, Uang Digunakan Mabuk

Komplotan Curi Gabah hingga Rp 70 Juta

07 Mei 2019, 12: 45: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

SPESIALIS GABAH: Kasatreskrim AKP Rifaldhy menunjukkan buron pencuri gabah. Di sampingnya Bambang Irawan sudah diringkus.

SPESIALIS GABAH: Kasatreskrim AKP Rifaldhy menunjukkan buron pencuri gabah. Di sampingnya Bambang Irawan sudah diringkus. (BHAGAS DANI PURWOKO/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

BOJONEGORO - Komplotan maling gabah 11 tempat kejadian perkara (TKP) akhirnya terendus. Buronan kepolisian sejak Februari lalu, akhirnya tertangkap. Komplotan berjumlah empat orang itu, baru tertangkap dua orang.

Terakhir, Satreskrim Polres Bojonegoro meringkus Bambang Irawan, 29. Buronan warga Desa Malingmati, Kecamatan Tambakrejo, itu ditangkap minggu lalu. Tersangka lainnya, Sarjono, 27, warga Desa Gamongan, Kecamatan Tambakrejo, sudah menjalani hukuman di Blora. Sedangkan, dua tersangka masih buron, yakni SPR dan JMR.

 “Dua buronan tersebut sama-sama warga Kecamatan Tambakrejo,” kata Kasatreskrim Polres Bojonegoro AKP Rifaldhy Hangga Putra kemarin (6/5).

Komplotan ini beraksi malam. Menyisir jalan selama musim panen padi. Modusnya komplotan asal Kecamatan Tambakrejo ini menggasak tumpukan karung berisi gabah (hasil panen padi) di pinggir jalan raya setiap panen. Biasanya karung berisi gabah itu ditinggal pemiliknya.

Tersangka bersama tiga temannya itu menggunakan pikap nopol H 1934 QE untuk mengangkut karung gabah tersebut. “Salah satu TKP di jalan raya turut Desa Tanggir, Kecamatan Malo,” ungkap dia.

Hasil penyelidikan, diketahui komplotan maling gabah itu sudah melakukan pencurian di 11 TKP. Di antaranya Kecamatan Ngasem, Kasiman, Padangan, dan Gayam. Sedangkan, barang bukti diamankan 15 karung gabah. Total kerugian gabah yang berhasil dicuri kurang lebih mencapai Rp 70 juta.

“Atas kasus itu pelaku dijerat pasal 363 ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana penjara selama enam tahun,” terangnya.

Di hadapan kasatreskrim, tersangka mengaku bahwa uang hasil pencuriannya digunakan bayar kredit motor. Juga mabuk-mabukan. Komplotan sudah beroperasi sejak Februari 2019 lalu. Selain mencuri gabah, tersangka juga diketahui berkerja sama mencuri diesel di lima TKP.

Polisi akhirnya juga menangkap penadah diesel curian itu, yakni bernama Suroso, warga Desa Gamongan, Kecamatan Tambakrejo.

(bj/gas/rij/aam/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia