Senin, 20 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Semua Caleg Harap-Harap Cemas

19 April 2019, 12: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (M. ARIF YANTO/JAWA POS RADAR BOJONEGORO, AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

BOJONEGORO – Para kontestan pemilu untuk merebut kursi dewan perwakilan rakyat belum bisa tidur pulas. Para caleg masih harus bekerja keras mengawal suaranya hingga nanti ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Para caleg yang memiliki saksi di tempat pemungutan suara (TPS). Saat ini masih sibuk untuk menginput data. Mereka terus berburu form C-1 sebagai bahan untuk dilakukan penginputan.

Jika para caleg yang tidak memiliki tim di bawah. Praktis, mereka hanya tinggal duduk manis menunggu saja hasilnya seperti apa.

Jawa Pos Radar Bojonegoro mencoba menelusuri data yang didapat dari perolehan suara 21 persen. Suara PKB di Bojonegoro menduduki papan atas dengan angka sementara 30.406 suara.

Kemudian disusul Golkar 22.619 suara. PDI Perjuangan 14.962 suara. Disusul Gerindra 13.354 suara, dan selanjutnya baru Partai Demokrat 11.344 suara.

Namun, untuk perolehan suara caleg DPR RI sementara masih unggul Lukmanul Khakim dengan 11.521 suara. Kemudian SW Yudha  dari Golkar yang telah mengumpulkan 10.246 suara, kemudian disusul Didik Mukrianto dari Demokrat dengan 7.809 suara.

Kemudian ada wajah baru yang mulai tampak perolehan suaranya dari PDIP, yaitu Setyo Hartono dengan 6.306 suara, kemudian petahana dari Gerindra Wihadi Wiyanto dengan suara sementara 5.943 suara.

Untuk tingkat provinsi di Bojonegoro juga diduduki dari PKB, dengan jumlah suara sementara 18.198 suara. Kemudian Golkar 14.581 suara disusul PDI Perjuangan 13.678 suara.

Untuk caleg DPRD Provinsi, Khozanah Hidayati dari PKB mendapatkan 25.000 suara, disusul Freddy Poernomo dari Golkar 10.350 suara, dan Afwan Maksum dari PDIP 2.207 suara ketiganya adalah dari petahana.

Data ini bisa terus berubah. Sebab, belum 100 persen. Bisa saja persentasenya berubah.

Dikonfirmasi terpisah, SW Yudha mengaku rekapitulasi yang dilakukan timnya masih terus berjalan. Sehingga, data terus bergerak. Dia tetap optimistis bisa kembali menduduki senayan, karena dia konsentrasi mempertahankan suara tahun 2014 lalu.

“Ini rekap masih berjalan,” katanya via ponsel.

Begitu juga Lukmanul Khakim, saat dikonfirmasi terpisah dia mengaku belum bisa memastikan suara yang didapatkan dari pemilu 17 April lalu. Karena penghitungan yang dilakukan oleh timnya masih berlangsung. “Rekap masih terus berlangsung,” ujarnya.

Didik Mukrianto sangat optimistis akan kembali menduduki kursi senayan. Sebab, sesuai hasil pendataan timnya di lapangan. Semua TPS di Bojonegoro dan Tuban terdapat suaranya.

“Alhamdulillah, suaranya ada di setiap TPS,” ujarnya.

Wihadi Wiyanto juga tetap optimistis akan kembali menduduki kursi empuknya di senayan. Meskipun belum mengetahui secara pasti suara yang dikantonginya, namun dia tetap yakin masih dipercaya oleh masyarakat Bojonegoro.

“Data masih berjalan terus, baru ngumpulin C-1,” katanya.

Divisi Teknis Penyelenggara KPUK Bojonegoro Fathur Rohman memastikan semuanya berhak mengawal proses pemilu, termasuk untuk melakukan rekapitulasi suara yang bersumber dari hasil pemilihan di setiap TPS.

Namun, diharapkan semuanya menghormati proses yang masih berjalan. Karena rekapitulasi surat suara di tingkat kecamatan, akan dimulai besok (20/4). Setelah itu, baru dilakukan rekapitulasi di tingkat kabupaten, dan baru penetapan.

“Keputusan perolehan suara tetap mengacu pleno KPU, yang sudah selesai baru di tingkat TPS,” katanya.

(bj/msu/aam/ai/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia