Senin, 20 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

FKUB-MUI: Bersatulah Pendukung Capres

19 April 2019, 11: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

PEMUNGUTAN suara Pemilu 2019 sudah selesai. Untuk menyudahi perseteruan antarpendukung pasangan capres-cawapres, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tuban mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk kembali bersatu dan menjaga kondusifitas Bumi Wali.

Ketua Umum MUI Tuban KH Abdul Matin mengaku bersyukur pemilu serentak di Tuban berlangsung aman dan damai.

Dengan kondisi tersebut, dia

meminta seluruh pendukung kedua pasangan capres-cawapres untuk lebih terbuka dan menerima apa pun hasil akhir penghitungan suara. ‘’Kita terima dengan ikhlas dan lapang dada untuk keselamatan, kedamaian, persatuan, dan kesatuan bangsa Indonesia. Serta lestarinya negara kesatuan republik Indonesia (NKRI),’’ tuturnya.

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Bejagung ini juga meminta KPUK, Bawaslu, serta semua pihak yang terlibat untuk mengawal pemilu hingga tahapan akhir. Sementara untuk para pendukung capres-cawapres yang dinyatakan unggul berdasar quick count atau hitung cepat agar tidak euforia berlebihan. ‘’Kita tinggal menunggu hasil keputusan resmi. Siapa pun yang terpilih jadi presiden dan wakil presiden harus sama-sama kita hormati dan dukung,’’ kata Kiai Matin.

Dia mengakui, tahapan pemilu belum usai. Dan, masih ada potensi gangguan seperti menebarnya ujaran kebencian, provokasi antar pendukung capres-cawapres, serta konflik kepentingan orang tertentu. Karena itu, dia berharap kepada seluruh masyarakat agar tidak terpengaruh dan tetap menjaga perdamaian. ‘’Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak ikut menebar provokasi dan ujaran kebencian yang membahayakan stabilitas nasional,’’ tegasnya.

Untuk meredam konflik pendukung dua kubu capres dan cawapres, ulama yang juga wakil rois syuriah PWNU Jatim ini meminta seluruh elemen agar saling bergandengan tangan. Sebab, stabilitas nasional tidak hanya tanggung jawab aparat negara saja. Melainkan tanggung jawab bersama  seluruh masyarakat. ‘’Kami mohon seluruh masyarakat, tokoh agama, para kiai dan habaib, serta tokoh partai untuk memberi siraman rohani dan memperkuat edukasi politik,’’ imbau dia.

Sementara itu, Ketua FKUB Tuban KH Masduki meminta seluruh elemen masyarakat agar tidak terpancing  provokasi yang masih bermunculan. Terutama di media sosial (medsos). Kalau muncul potensi gangguan di masyarakat, dia mengimbau untuk  dilaporkan kepada aparat hukum. ‘’Mari kondisi adem ayem ini kita jaga dan kembangluaskan. Agar kita sama-sama bisa membuat Indonesia damai,’’ tutur dia.

(bj/ds/yud/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia