Senin, 20 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal
Tersangka Dugaan Korupsi PBB 2014-2015

Soeyono Cicil Lagi Pengembalian Rp 30 Juta

16 April 2019, 11: 15: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

TERSNGKA PBB: Tim jaksa Boedi Endah Soerjani memimpin penghitungan pengembalian uang dari tersangka Soeyono Hadi (kanan).

TERSNGKA PBB: Tim jaksa Boedi Endah Soerjani memimpin penghitungan pengembalian uang dari tersangka Soeyono Hadi (kanan). (BHAGAS DANI PURWOKO/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

BOJONEGORO - Soeyono Hadi mencicil lagi pengembalian kerugian negara sebesar Rp 31 juta kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro kemarin (15/4). Sebelumnya, PNS sebagai tersangka dugaan korupsi pajak bumi bangunan (PBB) Kecamatan Kapas 2014-2015 itu sudah mencicil Rp 210 juta, pada Rabu (10/4) lalu.

Total uang kerugian negara yang sudah dikembalikan sebesar Rp 241 juta dari total kerugian negara Rp 402 juta. “Tadi pagi (kemarin, Red) Pak Soeyono mengembalikan uang Rp 31 juta dan ditambah Rp 210 juta. Jadi jumlahnya Rp 241 juta dari total kerugian negara Rp 402 juta. Pengembalian kurang Rp 161 juta,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro Achmad Fauzan.

Uang pengembalian tersebut sudah disimpan di bank guna dijadikan barang bukti di persidangan. Fauzan mengatakan, masih ada jadwal pemeriksaan saksi. Tetapi, ia tidak menjelaskan secara detail siapa saja saksinya.

Tetapi secara garis besar, saksi yang didatangkan dari pihak desa sebagai koodinator PBB dan penyetor uang ke kecamatan. Selain itu, juga menghadirkan saksi ahli dari pihak inspektorat dan pemkab.

“Masih ada saksi-saksi lagi yang akan diperiksa. Tapi saya tidak hafal terperinci. Nantinya juga akan dihadirkan saksi ahli dari inspektorat dan pemkab,” katanya.

Ia menerangkan sebelumnya tersangka Soeyono Hadi sudah diberi kesempatan tiga kali mengembalikan uang PBB 2014-2015 tersebut. Namun, ternyata kesempatan tersebut diingkari oleh tersangka. Akhirnya, Soeyono Hadi pun ditetapkan sebagai tersangka pada 1 April lalu.

“Sekarang baru mau mengembalikan setelah ditetapkan tersangka. Padahal sebelumnya kami sudah beri kesempatan tiga kali,” pungkasnya.

(bj/gas/rij/aam/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia