Minggu, 19 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

106 Peserta UNBK Paket C Tidak Hadir

16 April 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

Ilustrasi

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

PELAKSANAAN ujian nasional berbasis komputer (UNBK) paket C telah berakhir kemarin (15/4). Namun, terdapat sekitar 5 persen dari 2.129 peserta tidak menghadiri ujian. Meski begitu, diperkirakan ada ujian susulan, namun tergantung permintaan dari peserta yang bersangkutan.

Kasi Keaksaraan dan Kesetaraan Bidang PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Wahyu Hidayat mengatakan, terdapat sekitar 106 peserta yang tidak hadir dalam pelakasanaan ujian. Penyebab ketidakhadirannya karena sakit, kerja di luar kota, dan tidak mendapat izin dari tempat kerja.

“Namun paling banyak disebabkan karena bekerja di luar kota,” kata dia kemarin (15/4).

Wahyu, sapaannya, masih memungkinkan adanya ujian susulan bagi yang berhalangan hadir pada pelaksanaan serentak kemarin. Namun, semua itu tergantung permintaan dari peserta.

“Sisanya perihal waktu pelaksanaan akan diatur oleh pusat. Sementara itu pemberian ijazah diperkirakan turun Mei atau Juni mendatang,” jelasnya.

Menurut dia, pelaksanaan UNBK paket C serentak selama 4 hari itu berjalan lancar. Adapun, pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) melaksanakan ujian di lembaga sekolah formal.

“Peserta ujian berasal dari bermacam latar belakang dan usia. Mulai yang tua, muda, sudah bekerja atau hendak akan mencari pekerjaan dan sebagainya,” ujar dia.

Sementara itu, Kabid PAUD dan Dikmas Disdik Bojonegoro Nandar menambahkan, jumlah peminat ujian paket C relatif meningkat dibanding sebelumnya. Namun, dia belum sempat memberitahukan detail angkanya. Sebab, rata-rata profesi di pabrik, mensyaratkan pelamar memiliki ijazah SMA.

“Karena paket C setara SMA, ini menjadi kesempatan mereka untuk berbenah. Sehingga minat masyarakat semakin bertambah,” jelasnya.

Lanjut Nandar, ada juga yang mengikuti ujian paket C agar dapat mencalonkan diri menjadi perangkat desa. Sebab, tak sedikit perangkat desa atau jabatan sejenis yang lulusan paket C. Sehingga stigma meremehkan di kalangan masyarakat perlu diluruskan.

“Semua sama saja. Soal ujiannya juga sama-sama sulit. Terlebih mapel yang diujikan lebih banyak dibanding sekolah formal,” ujar dia.

Menurut data Bidang PAUD dan Dikmas Disdik Bojonegoro pelaksanaan ujian paket C kali ini diikuti 26 dari 29 lembaga PKBM. Jumlah pesertanya yakni 2.129. Terbanyak dari PKBM Nurul Ummah Sumberrejo sebanyak 353 peserta.

(bj/dny/aam/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia