Senin, 20 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan
KPUK Siapkan 25 Operator Situng

Pembersihan APK Belum Tuntas

15 April 2019, 11: 45: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

DIKUMPULKAN JADI SATU: Mobil yang mengangkut material alat peraga kampanye setelah dibersihkan bawaslu kemarin.

DIKUMPULKAN JADI SATU: Mobil yang mengangkut material alat peraga kampanye setelah dibersihkan bawaslu kemarin. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

KOTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lamongan mulai melakukan pembersihan alat peraga kampanye (APK) kemarin (14/6). Pembersihan alat kampanye itu dilakukan serentak di seluruh kecamatan. 

‘’Ini menjadi agenda patroli pengawasan pada masa tenang,'' tutur Divisi Penindakan Bawaslu Kabupaten Lamongan, Amin Wahyudin, kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (14/4). 

Amin mengaku tak menginventarisasi APK. Sehingga, dia tidak mengetahui secara pasti jumlah APK yang ditertibkan. ‘’Untuk jumlahnya kita tidak menghitung secara detil,'' imbuhnya. 

Banyaknya APK yang dipasang membuat bawaslu tidak bisa membersihkan dalam sehari. Hingga tadi malam, sejumlah APK masih terpasang. ‘’Kita lakukan penertiban hingga (tadi) malam ini. Kalau tidak selesai, kita lanjutkan besok (hari ini) pagi,’’ kata Amin saat dikonfirmasi via ponsel. 

Dikonfirmasi terpisah, Divisi Pengawasan, Humas, dan Hubal, M Nadhim, mengatakan, pihaknya memantau adanya sisa-sisa materi kampanye di media daring. Dia menuturkan, bawaslu beserta jajarannya hari ini menertibkan APK. Selain itu, melakukan patroli pengawasan antipolitik uang. 
''Terkait medsos dan media online, kita juga melakukan pengawasan. Yakni dengan mengoptimalkan jajaran kami dibawah, untuk mengawasi medsos dalam masa tenang,’’ katanya.

Sementara itu, KPUK Lamongan menyiapkan 25 operator untuk menjalankan sistem informasi penghitungan suara (situng). Tugas operator situng itu, memindahkan dan mengirimkan data C1 dari KPPS yang diserahkan melalui PPK usai perhitungan di seluruh tempat pemungutan suara (TPS). 

‘’Operator Situng nantinya tersentral di kantor KPUK Lamongan,’’ tutur Ketua KPUK Lamongan, Imam Ghozali, kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (14/4). 

Dia mengatakan, seluruh operator sudah dibekali pelatihan dan simulasi sebanyak tiga kali. Simulasi terakhir dilakukan akhir pekan lalu. 

‘’Persiapan sudah terkait sumber daya manusia (SDM) dan hardware sudah kita siapkan,’’ imbuhnya saat dikonfirmasi via ponsel. 

Dia menjelaskan, sudah ditentukan alokasi waktu memadukan data hingga mengirimkan ke pusat. Dari tiga simulasi, operator situng membutuhkan waktu cukup lama. 

‘’Tetapi normalnya misalkan total 4.502 TPS, kita butuh waktu 3 hari hingga 4 hari. Lama karena menghitung lima angka dari lima jenis surat suara,’’ jelas Ghozali. 

Waktu tersebut dihitung ketika tidak terdapat kendala jaringan internet. Ghozali mengaku bakal berkoordinasi dengan operator penyedia jaringan internet agar meningkatkan kapasitas ketika pengiriman data melalui situng dilakukan. 

‘’Kita sudah kontak ke operator. Senin (hari ini) kita audensi dengan pihak Telkom untuk dibantu,'' ujarnya. 

Dia menuturkan, hasil perhitungan suara tetap bisa dilihat setelah perhitungan suara dilakukan usai pencoblosan. Sehingga tidak harus menunggu dari data terkumpul dari aplikasi situng pusat. 

‘’Sudah bisa dilihat dari seluruh TPS. Situng hanya sebagai laporan kita ke pusat,’’ katanya.

(bj/ind/yan/jar/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia