Minggu, 19 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Hasil SNMPTN, 320 Siswa Diterima Kampus Neger

SMAN Pelosok dan Kota Bersaing

26 Maret 2019, 10: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

ilustrasi

ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

BOJONEGORO - Sekolah menengah atas negeri (SMAN) di kawasan pelosok mulai bersaing mutu. Itu terlihat beberapa SMAN meloloskan sejumlah siswanya dalam hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2019. SMAN yang notabene jauh dari perkotaan tak ingin tertinggal dengan sekolah kawasan kota.

Berdasar data Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur di Bojonegoro, secara total 320 siswa dari 20 SMAN yang lolos SNMPTN. Mereka diterima di kampus-kampus negeri. Hanya satu SMAN yang tidak menyumbang siswa lolos pada SNMPTN. Yakni SMAN 1 Malo.

Seperti SMAN 1 Bojonegoro meloloskan 50 siswa, SMAN 2 sebanyak 30 siswa, SMAN 3 ada 25 siswa, dan SMAN 4 ada 33 siswa. Sedangkan, SMAN Sugihwaras 34 siswa, SMAN Sumberrejo 23 siswa, SMAN Padangan 21 siswa. Selengkapnya lihat grafis.

Kepala SMAN Padangan Sri Wulan mengatakan, tahun lalu sekolahnya hanya meloloskan 10 siswa. Namun, SNMPTN tahun ini 21 siswa. Setidaknya, ini menjadi pemerataan kualitas siswa meski di sekolah kawasan pinggiran.

“Ini setelah menjalankan program cabang disdik,” kata perempuan yang belum lama menjabat di SMAN Padangan tersebut.

Kepala SMAN Balen Rokhani C. Pratiwi menambahkan, sekolah di kawasan non-perkotaan mulai tumbuh. Mulai ada pemerataan kualitas. Padahal, SNMPTN tahun ini ada pembatasan. Tapi, di sekolah kawasan pinggiran, jumlah siswanya yang lolos bertambah.

Tahun ini, SMAN Balen meloloskan 6 siswa. Ada kenaikan dibanding tahun lalu, hanya 4 siswa. “Meskipun juga karena jumlah murid di sekolah tersebut cukup banyak,” ujarnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur di Bojonegoro Adi Prayitno mengapresiasi upaya SMAN mendorong siswanya lolos SNMPTN. Dia meminta agar seluruh kepala SMAN terus mengawal dan memotivasi siswanya lolos SNMPTN.

Mengawal agar melakukan daftar ulang dan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi tersebut. “Setiap prosesnya harus dijalani dan diikuti,” ujarnya.

Sehingga, lanjut dia, agar siswa memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Karena, dapat masuk di perguruan tinggi negeri merupakan kesempatan yang bagus. “Sebab, siswa yang telah lolos SNMPTN tidak bisa mengikuti SBMPTN (seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri),” ucap dia.

Sementara itu dia juga menuturkan, agar kepala SMAN memotivasi semangat belajar siswa yang belum lolos SNMPTN. Sebab, masih ada kesempatan yang lain. “Tentunya harus termotivasi untuk dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri,” jelasnya.

(bj/dny/rij/aam/ai/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia