Minggu, 21 Apr 2019
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal

Dua Kali Ditahan, Pria Asal Desa Kramat Ini Belum Kapok 

21 Februari 2019, 14: 00: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

TIGA KALI DITAHAN: Kuslan, 43, asal Desa Kramat, Kecamatan Lamongan, di Mapolres Lamongan karena terlibat kasus sabu – sabu.

TIGA KALI DITAHAN: Kuslan, 43, asal Desa Kramat, Kecamatan Lamongan, di Mapolres Lamongan karena terlibat kasus sabu – sabu. (Gamal Ayatollah/Jawa Pos Radar Lamongan)

LAMONGAN – Kuslan, 43, asal Desa Kramat, Kecamatan Lamongan, pernah ditahan enam bulan penjara karena kasus sabu – sabu pada 2014. Dua tahun kemudian, dia ditahan lagi. Kali ini, kasusnya penipuan jual beli kendaraan.

Dua kali di penjara itu belum membuatnya kapok. Dia mengulangi perbuatannya, mengedarkan sabu – sabu. 

Kuslan diamankan saat berhenti di SPBU Mantup Rabu (20/2). ‘’Tersangka diamankan setelah  kedapatan membawa sabu – sabu sebesar 4,5 gram di dalam bungkus rokok,’’ ujar Kasat Narkoba Polres Lamongan, AKP Djoko Bisono.

‘’Menurut keterangan tersangka, dirinya sebagai kurir atau mengantarkan barang saja, bukan pengedar,’’ imbuhnya. 

Saat diperiksa, tersangka tak mengungkapkan barang tersebut dibeli dari mana. ‘’Dia ngaku mengantarkan, mendapatkan upah Rp 200 ribu setiap kali mengantar barang,’’ ujar Djoko. 

Barang tersebut didapatkan tersangka dari salah seorang temannya di wilayah Surabaya. SS itu diantarkan ke Lamongan dengan sistem ranjau. 

‘’Barang bukti yang diamankan, satu klip sabu – sabu seberat 4,5 gram, satu unit sepeda motor nopol S 6564 MY digunakan untuk transaksi, satu buah handphone milik tersangka,’’ jelas Djoko. 

(bj/mal/yan/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia