Minggu, 24 Mar 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Baru Dua RS Punya Bank Darah

18 Januari 2019, 18: 05: 10 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

CEK DARAH: Petugas bank darah di RSUD Bojonegoro. Hingga kini, baru dua rumah sakit yang memiliki bank darah.

CEK DARAH: Petugas bank darah di RSUD Bojonegoro. Hingga kini, baru dua rumah sakit yang memiliki bank darah. (Bhagas Dani Purwoko/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO - Keberadaan bank darah di rumah sakit (RS) sangat penting. Agar penanganan pasien yang membutuhkan darah bisa cepat tertangani. Hanya, di Bojonegoro, baru dua RS yang memiliki bank darah. Ketua Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Bojonegoro Ahmad Hernowo mengatakan, idealnya semua rumah sakit memiliki bank darah. Namun, di Bojonegoro baru dua RS yang memiliki. Yakni, RSUD Sosodoro Djatikoesoemo dan RSUD Padangan. 

“Iya baru dua RS yang punya bank darah, RSUD Sumberrejo insyaallah tahun ini proses pengadaan,” katanya.

Bank darah tersebut memudahkan pihak PMI maupun RS. Setidaknya, stok darah selalu terkontrol dan penanganan pasien bisa lebih optimal. Sejauh ini, stok darah setiap harinya di UDD PMI sebanyak 600-700 kantong. Pasien paling membutuhkan darah masih didominasi penderita penyakit dalam yang wajib cuci darah. 

“Selain penyakit dalam, urutan kedua didominasi ibu melahirkan. Urutan ketiga kecelakaan lalu lintas,” jelasnya.

Dia mengatakan, urusan tranfusi darah biasanya sering terjadi miskomunikasi antara dokter dan keluarga pasien. Khususnya pengadaan darah jenis trombosit. “Biasanya dokter meminta kepada keluarga pasien menyediakan 20 kantong darah trombosit. Sedangkan stok di UDD PMI tidak sampai 20 kantong, sebaiknya keluarga pasien jangan panik,” ujarnya. 

Karena stok darah jenis trombosit memang tidak pernah lebih dari 30 kantong. Sebab maksimal disimpan selama tujuh hari. Jadi, semisal ada tiga kantong dulu, itu yang ditransfusikan. Karena, trombosit itu harus pakai darah segar. 

“Jadi kebutuhan sisanya menyusul, tidak harus langsung 20 kantong, karena di RS juga tidak ada tempat penyimpanan khusus trombosit. Tidak bisa hanya disimpan di kulkas, sebab ketika trombosit disimpan harus digoyang-goyang,” tuturnya. 

Begitu pun berlaku pada kantong darah lainnya, tak perlu panik dengan jumlah yang diminta dokter. “Sebab, saat sehari mungkin hanya 2-3 kantong saja yang dibutuhkan,” jelasnya. 

Kepala Ruangan Bank Darah RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojongoro Eko Hendry Lukito mengatakan, hanya ada dua jenis darah di tempatnya. Di antaranya jenis whole blood (WB) dan packed red cell (PRC). Sedangkan, jenis thrombocyte concentrates (TC) tidak ada tempat penyimpanannya. “Adanya jenis WB dan PRC, tiap hari selalu ada stok dari PMI,” ujarnya. Adapun permintaan tiap harinya diperkirakan sekitar 20 kantong.

(bj/gas/rij/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia