Minggu, 24 Mar 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Banyak Pengunjung, Masih Minim Fasilitas

14 Januari 2019, 17: 18: 51 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

MELIHAT: Potensi Gua Kikik sebenarnya bagus. Sayang, tidak dikembangkan dengan maksimal.  

MELIHAT: Potensi Gua Kikik sebenarnya bagus. Sayang, tidak dikembangkan dengan maksimal.   (M. Nurkhozim/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO – Keberadaan Gua Kikik di Kecamatan Malo masih belum dimaksimalkan. Sehingga, minim sekali kunjungan ke destinasi wisata tersebut. Gua Kikik itu Desa Sumberrejo. Dari pusat Kecamatan Malo jaraknya cukup jauh, sekitar 15 kilometer. Berbatasan dengan Desa Kawengan, Kecamatan Kedewan.

“Bagi yang tidak pernah ke sini mengiranya masuk kecamatan Kedewan. Padahal, masuk wilayah Malo,” ujar Joko Purwanto, Ketua Pengelola Wisata Gua Kikik ditemui Sabtu (12/1) lalu. 

Kawasan itu sudah sedikit mendapatkan perhatian. Itu terlihat dari sejumlah akses ke lokasi yang mulai dibangun. Selain itu, juga ada sejumlah fasilitas, yakni musala dan toilet. Warung juga sudah mulai berdiri. 

“Sejak setahun ini kami membangunnya. Dananya seadanya,” ujar Joko.

Pembangunan fasilitas itu menggunakan anggaran dari pendapatan kunjungan. Yakni, parkir. Sehingga, fasilitas yang dibangun seadanya. 

“Terus terang kami kekurangan anggaran untuk pengelolaan,” jelasnya.

Menurut Joko, untuk menjadikan Gua Kikik jujukan wisatawan, diperlukan anggaran yang cukup besar. Namun, itu bisa dilakukan secara bertahap. Bahkan, dana yang dikeluarkan dipastikan bisa kembali lebih cepat. Sebab, kunjungan wisatawan juga cukup ramai. Terutama saat hari libur. “Kalau libur bisa sampai 200 orang,” tutur dia.

Daya tarik utama Gua Kikik bukan pada guanya. Melainkan air terjun yang ada di kawasan itu. Air yang sejuk menjadikan kawasan itu menjadi alternatif wisata tersendiri. Apalagi saat cuaca sedang panas. 

Menurut Joko, pihaknya sudah beberapa kali meminta bantuan desa untuk mengembangkan wisata itu. Namun, pemerintah desa (pemdes) setempat masih belum fokus mengelola wisata. Sehingga, bantuan dari pemdes masih terbatas. “Padahal, nanti pemasukannya bisa untuk desa,” ujarnya

(bj/zim/aam/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia