Selasa, 26 Mar 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Pembagian Fee Prostitusi Online 70:30 Persen

10 Januari 2019, 12: 14: 32 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

PROSTITUSI ONLINE: YL (kiri), mucikari yang ditangkap kepolisian. Penyidik terus dalami perannya, termasuk fee.

PROSTITUSI ONLINE: YL (kiri), mucikari yang ditangkap kepolisian. Penyidik terus dalami perannya, termasuk fee. (M. Nurcholis/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO - YL, mucikari prostitusi online yang ditangkap kepolisian ternyata sudah memiliki kesepakatan pembagian fee dengan para pekerja seks komersial (PSK). Fee itu dari setiap transaksi lelaki hidung belang. “Pembagiannya 70 banding 30 persen. 70 untuk PSK dan 30 untuk mucikari,” kata Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadly Rabu (9/1).

Fee diterima mucikari warga Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas, itu juga lumayan. Sebab, tarif PSK prostitusi online ini  antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta lebih. 

Kapolres mengatakan, mucikari tersebut memiliki tiga unit smartphone sebagai alat komunikasi. Mucikari menawarkan PSK kepada para lelaki hidung belang melalui aplikasi pesan elektronik WhatsApp (WA).

“Mucikari mengirimkan foto-foto PSK-nya kepada calon pelanggan via WhatsApp. Lalu antara pelanggan dan mucikari menyepakati harga,” tegasnya. 

Lokasi prostitusi tak menentu, tergantung kesepakatan mucikari dengan pelanggan. Tapi, mucikari itu diringkus saat transaksi di salah satu hotel di Jalan Veteran, Senin malam (7/1).

Disinggung jaringan mucikari online lain? Perwira berpangkat dua melati di pundaknya itu mengatakan, masih terus ditelusuri. Menurut dia, kemungkinan masih ada jaringan mucikari online yang beredar di Bojonegoro. 

“Kami akan telusuri melalui rekam jejak obrolan tersangka yang ada di HP-nya. Mungkin saja ada jaringan mucikari selain dia,” tuturnya. 

Selain itu, Kapolres memastikan, penyidik juga menyisir di grup-grup media sosial (medsos) yang terindikasi berbau prostitusi online. 

Sementara itu, PSK yang dijajakan memiliki latar belakang beragam. Mucikari kadang memanfaatkan jaringan pemandu karaoke, jaringan teman, dan sebagainya. 

YL sebagai mucikari pun sudah beroperasi lebih dari tiga tahun, belasan PSK sudah ia pasarkan. Atas perbuatannya, YL akan dijerat pasal berlapis. Yakni, pasal 12 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2017 tentang Perdagangan Orang dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Nomor 11 Tahun 2009 dengan acaman hukuman empat tahun penjara.

(bj/cho/gas/rij/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia