Selasa, 26 Mar 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Bus Ngeblong Mengancam Nyawa

20 Desember 2018, 12: 52: 37 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Ilustrasi

Ilustrasi (Ainur Ochiem/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO - Bus ngeblong (melanggar markah) menjadi ancaman kecelakaan selama kepadatan arus liburan sekolah dan Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019. Diperlukan ketegasan agar ulah sopir bus ugal-ugalan ini tidak lagi mengakibatkan korban tewas maupun luka berat.

Bus ngeblong ini terutama jurusan Bojonegoro-Surabaya. Ulah sopir itu dianggap meresahkan para pengguna jalan. Kali terakhir bus ngeblong menghantam tiga siswa berboncengan motor, di Jalan Bojonegoro-Babat, Jumat (14/12) itu mengakibatkan satu siswi tewas di tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan data Satlantas Polres Bojonegoro, selama setahun ini ada 18 kecelakaan lalu lintas melibatkan bus. Semua karena sopir bus ngeblong. Tragisnya, ulah sopir bus ngeblong mengakibatkan empat nyawa melayang.

“Jumlah (kecelakaan melibatkan bus) korbannya sebanyak 41 orang. Terdiri 4 korban meninggal dunia (MD), 3 luka berat, dan 34 luka ringan,” tegas Kanit Laka Satlantas Polres Bojonegoro Ipda Matsuis Wanto kemarin (18/12).

Dia mengatakan, penyebab kecelakaan lalu lintas sebagian besar karena sopir bus ngeblong. Lalu, korban terbanyak juga pengendara motor. “Dari 18 kejadian itu ada 14 pengendara motor jadi korban. Sisanya kendaraan roda empat,” bebernya.

Namun, alasan ulah sopir bus itu kerap diperoleh kepolisian ialah mengejar waktu dan target setoran. Sehingga, memaksa sopir bus untuk ngeblong. Tetapi, hal itu tentu tak bisa dibenarkan. “Kalau ngeblong tentu akan kami tindak tegas. Apalagi sampai mengakibatkan nyawa pengguna jalan lain melayang,” tegas dia.

Dia ambil contoh kecelakaan akibat sopir bus ngeblong terjadi Jumat (14/12) mengakibatkan satu siswi tewas. Bus Dali Prima nopol S 7495 UA dikendarai M. Adenan, 49, warga Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, itu sebelumnya sudah dua kali melanggar markah di Kabupaten Sidoarjo. 

“Ketika kami cek di data melalui TAR (traffic attitude record) terlihat datanya selama setahun sudah tiga kali melanggar markah. Sehingga mengakibatkan kecelakaan,” ujarnya. 

Sehingga, nantinya ketika persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro, kelak sopir bus itu akan dicabut surat izin mengemudi (SIM) sementara. Karena pelanggaran lalu lintas sudah mencapai 15 poin. 

Sopir tersebut harus melakukan ujian ulang mendapatkan SIM. Tapi, apabila para pelanggar lalu lintas melebihi 16 poin, satlantas akan mencabut SIM seumur hidup. “Hal tersebut dilakukan untuk membuat efek jera bagi pengendara untuk selalu menaati peraturan berlalu lintas dan meminimalisasi kecelakaan,” katanya.

Menjelang Nataru, satlantas juga berencana akan penyuluhan ke garasi-garasi bus memberikan imbauan dan peringatan kepada sopir bus. Tentu, agar lebih tertib dan beretika ketika di jalan raya. Karena diketahui bersama kondisi Jalan Raya Bojonegoro-Babat itu sempit.

(bj/ai/gas/rij/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia