Jumat, 18 Jan 2019
radarbojonegoro
icon featured
Features

Helly Hindarto, 52, Sisihkan Pendapatan Usaha untuk Bantu Warga Miskin

oleh: M. Suaeb

19 Desember 2018, 13: 47: 33 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

SERING DIMINTAI BANTUAN: Helly Hindarto (kiri bertopi) ketika menghadiri kegiatan di luar Kota Lamongan.  

SERING DIMINTAI BANTUAN: Helly Hindarto (kiri bertopi) ketika menghadiri kegiatan di luar Kota Lamongan.   (Istimewa/Jawa Pos Radar Lamongan)

LAMONGAN - Sekitar dua tahun ini Helly Hindarto membuka usaha kuliner di Kecamatan Babat. Sebagian pendapatannya digunakan membantu masyarakat yang lebih membutuhkan. Lalu-lintas di jalan raya Babat, Lamongan cukup padat. Suara sirine di perlintasan rel kereta api itu berbunyi. Palang pintu yang sebelumnya berdiri, bergerak menutup jalan. 

Tak lama kemudian, sebuah kereta api melintas di jalan jurusan Babat - Jombang tersebut. Tak jauh dari perlintasan itu, terdapat rumah makan milik Helly Indarto. 

‘’Lebih sering di sini (rumah makan),’’ ujarnya.

Meskipun sudah memiliki beberapa karyawan yang menjalankan usahanya, Helly merasa lebih nyaman ikut terlibat. Salah satu alasannya, bisa berinteraksi bersama masyarakat luas dengan suasana santai.

Salah satu alasan Helly memilih bisnis kuliner itu karena makan menjadi kebutuhan dasar manusia. Sehingga, bisnis tersebut dinilai tidak ada matinya. 

Apalagi, kuliner yang menyajikan ikan laut di sekitar Kecamatan Babat masih minim. Setiap hari, omset dia rata - rata lebih dari Rp 1 juta.

‘’Alhamdulillah, namanya juga usaha,’’ ujarnya merendah.

Dari penghasilannya itu, sebagian pendapatannya digunakan kegiatan sosial. Dia tidak pernah menolak permintaan pertolongan dari warga yang membutuhkan uluran tangannya. Termasuk permintaan pengemis yang melintas di tempat usahanya.

Sisa dari hasil usahanya juga digunakan membantu pembangunan tempat ibadah. Dia menilai harta yang tidak akan habis itu harta yang digunakan untuk kebaikan dan amal saleh.

Dia juga ikhlas meringankan beban orang lain yang membutuhkan bantuannya. Helly sering diminta bantuan warga sekitar untuk menyembuhkan penyakit, yang secara medis sudah tidak bisa disembuhkan.

Dia mencontohkan ada beberapa orang yang sakitnya lama datang kepadanya. Orang – orang tersebut mengaku sudah memeriksakan diri ke sejumlah klinik kesehatan. Namun, tidak ada perkembangan.  

Pria yang tidak memiliki latar belakang ilmu kesehatan itu, mengajak orang yang sakit tersebut berdoa kepada Tuhan. Sesuai keyakinannya, semua sesuatu di dunia itu tak lepas dari kehendak-Nya.

‘’Ya alhamdulillah, dengan berdoa dan minum air, diberi kesembuhan,’’ ujarnya.

(bj/msu/yan/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia