Jumat, 14 Dec 2018
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Tuntut PT. IKSG Rekrut Naker Ring Satu 

Kamis, 06 Dec 2018 12:03 | editor : Ebiet A. Mubarok

TUNTUT NAKER: Puluhan pemuda yang berdemo di pintu gerbang pabrik PT Industri Kemasan Semen Gresik di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu Rabu (12/5).

TUNTUT NAKER: Puluhan pemuda yang berdemo di pintu gerbang pabrik PT Industri Kemasan Semen Gresik di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu Rabu (12/5). (Canggih Putranto/Jawa Pos Radar Tuban)

TUBAN - Puluhan pemuda yang mengatasnamakan warga desa ring satu dan aliansi karang taruna ring satu  PT Industri Kemasan Semen Gresik (IKSG) kemarin (12/5) mendemo kantor perusahaan kemasan semen tersebut. 

Mereka menuntut anak perusahaan PT  Semen Indonesia ini mengeluarkan sepuluh tenaga kerja nonring satu PT. IKSG yang baru direkrut. Tuntutan lainnya, kebutuhan 25 orang naker harus diisi warga ring satu.  

Ahmad Arif, salah satu koordinator aksi kepada wartawan mengatakan,  PT IKSG berencana merekrut tenaga kerja pada Januari 2019 untuk memenuhi tenaga pada mesin baru. Jumlahnya 25 orang. Namun, sebelum Januari, perusahaan di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu ini justru merekrut tenaga kerja baru.  Itu pun tanpa sosialisasi. Bahkan, sepuluh pekerja yang direkrut tak satu pun dari ring satu (Desa Karangasem,  Temaji, dan Socorejo, ketiganya di Kecamatan Jenu).  

Tragisnya, ungkap dia, sepuluh pekerja yang direkrut tersebut  berijazah SMP. Mereka diduga berasal dari Blora. Arif menilai, kondisi tersebut tersebut sangat kontradiksi dengan melimpahnya tenaga kerja yang memiliki skill di ring satu.

Senada disampaikan Kades Karangasem Sodikin yang kemarin mendampingi pengunjuk rasa. Menurut dia, rekrutmen semestinya memprioritaskan warga ring satu. 

Kasi HRD dan Hukum PT IKSG Rahmad Agus Pranoto mengatakan, perusahaannya membutuhkan tenaga kerja 25 orang. Dari  jumlah tersebut terisi 10 orang. ‘’Sebenarnya kebutuhan tenaga kerja kita adalah yang memiliki skill,’’ tuturnya. Pertimbangan tersebut untuk mengoperasikan mesin.  

Aguk, sapaan akrabnya menegaskan, proses rekrutmen sudah dikomunikasikan dengan masyarakat dan perangkat desa sekitar perusahaan. 

Dalam demo kemarin, belasan pemuda yang didampingi Kepala Desa Karangasem, Kecamatan Jenu Sodikin bertemu manajemen. Mereka dimediasi aparat keamanan. Pertemuan yang berlangsung sekitar satu tersebut  tanpa titik temu. Karena tanpa hasil, mereka mengancam kembali datang dengan jumlah massa yang lebih besar.

(bj/can/zak/ds/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia