Jumat, 14 Dec 2018
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Berkunjung ke Lamongan, Sandi Makan Nasi Boran dan Diberi Syal Persela

Rabu, 05 Dec 2018 11:02 | editor : Ebiet A. Mubarok

PEGANG SYAL PERSELA: Para pendukung Sandiaga Salahuddin Uno meminta foto bersama sebelum dirinya masuk ke mobil.

PEGANG SYAL PERSELA: Para pendukung Sandiaga Salahuddin Uno meminta foto bersama sebelum dirinya masuk ke mobil. (Anjar D. Pradipta/Jawa Pos Radar Lamongan)

LAMONGAN - Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno, kemarin (4/12) ke Lamongan. Di Kota Soto ini, dia mendapat sejumlah keluhan. Salah satunya, Prapto, petani tembakau asal Kecamatan Sambeng, yang mengkhawatirkan rencana impor tembakau dari Tiongkok. 

Menurut dia, jika direalisasikan, maka akan menghambat produktivitas petani tembakau di daerah. Padahal, masyarakat Lamongan khususnya wilayah selatan, sangat menggantungkan pada tanaman tersebut. Sangat disayangkan apabila petani tembakau kemudian dilarang tanam karena stok melimpah. 

Secara infrastruktur, lanjut dia, petani tembakau tidak pernah diperhatikan. Misalnya terkait bibit, kebutuhan air untuk irigasi, dan serangan hama.

“Sampai sekarang belum ada upaya baik dari pemerintah kaitannya masalah tersebut,” klaimnya. 

Menurut Sandiaga, isu impor tembakau memang sudah ramai. Alasan pemerintah melakukan impor, produksi daerah rendah. Namun, rencana tersebut bisa dipatahkan apabila Lamongan bisa menyumbang produksi yang cukup. Dengan catatan, hasil produksi tersebut diserap oleh daerah, buka dibawa keluar.

Sandiaga mengatakan, kedatangannya untuk mendengarkan keluhan masyarakat. Permasalahannya cukup kompleks, mulai harga bahan pokok, hingga isu kekeringan. Menurut dia, ada guru mengadu karena gaji dan tunjangannya tidak sesuai. Dia menuturkan, ketika biaya hidup bertambah, seharusnya pemasukan lebih, supaya tidak utang. 

Kedatangan politikus Gerindra tersebut disambut antusias emak - emak. “Saya memang lebih dekat dengan emak-emak sebagai penyumbang suara terbesar,” tuturnya. 

Saat di Lamongan kemarin, Sandiaga sempat mencicipi makanan khas nasi boran. ‘’Enak,’’ katanya saat ditanya tentang makanan tersebut.

‘’Harus dipatenkan,’’ imbuhnya.

Dia juga sempat mendapatkan cinderamata berupa syal bertuliskan Persela. Sementara saat di Waduk Gondang, Sandiaga bercerita tentang adanya saudara dari kakeknya yang tinggal di Kecamatan Sugio. 

‘’Alhamdulillah, saya ketemu saudara saya, dari kakek saya Abdullah Uno yang dulu memang sempat tinggal di Jawa Timur,’’ katanya sambil menyebut nama seorang kakek dan meminta naik ke atas panggung.

(bj/jar/rka/yan/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia