Jumat, 14 Dec 2018
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Masih Ilegal, Produsen SPBU Mini Minim Perhatian 

Rabu, 05 Dec 2018 10:48 | editor : Ebiet A. Mubarok

MINI : SPBU mini masih harus menunggu legalitas dari pemerintah. Sebab, belum ada aturannya hingga sekarang.

MINI : SPBU mini masih harus menunggu legalitas dari pemerintah. Sebab, belum ada aturannya hingga sekarang. (Audina Hutama/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO – Para produsen SPBU mini masih belum mendapatkan perhatian. Alasannya, mereka masih belum legal secara aturan. Meskipun, pemerintah pusat sedang memproses legalisasi usaha tersebut. Iqbal Fajar Sodiq, produsen SPBU mini di Baureno, mengaku butuh perhatian dari dinas terkait untuk keberlangsungan usahanya. Sebab, dia merasa telah memiliki kontribusi. 

“Di Bojonegoro ada 50 produsen alat SPBU mini. Kami merasa telah berkontribusi dalam bidang perekonomian. Seharusnya kami juga mendapatkan pembinaan seperti pelaku usaha lainnya,” tambah Iqbal.

Pria yang juga anggota asosiasi pengusaha pom mini Indonesia (APPMI) melanjutkan, dalam sebulan hanya bisa memproduksi lima sampai sepuluh unit alat SPBU mini. Dia mengakui harus mengubah sistem penjualannya.

“Kalau hanya mengandalkan sistem by order pasti usaha saya akan gulung tikar. Saat ini saya sedang mencoba sistem penjualan  bekerja sama dengan berbagai yayasan,” kata Iqbal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Bojonegoro Agus Haryana mengatakan, pihaknya tentu akan memberikan perhatian jika pemerintah pusat telah melegalkan.

“Selama masih ilegal, kami belum berkewajiban untuk melakukan pembinaan atau perhatian lainnya,” katanya. 

Dinas perdagangan, kata dia, hanya bisa mengimbau kepada produsen dan pemilik SPBU mini untuk lebih berhati-hati. Karena lokasinya sangat dekat dengan rumah penduduk dan tidak dilengkapi dengan alat pemadam api ringan. 

Sementara itu, Kasi Pengembangan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Supardi, produsen dan pemilik SPBU mini adalah bagian dari pelaku usaha yang harus diperhatikan juga. 

“Kami terus terang belum pernah membina produsen SPBU mini, karena belum dilegalkan. Aktivitas usaha seperti itu ya pasti kami dukung. Karena sudah memberikan kontribusi dalam perekonomian. Ke depannya pasti akan kami lakukan pemberdayaan. Supaya lebih meningkatkan jumlah dan kualitas produksinya,” terangnya. (din)

(bj/aam/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia