Jumat, 14 Dec 2018
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Perahu Penyeberangan Terancam Gulung Tikar 

Rabu, 05 Dec 2018 10:45 | editor : Ebiet A. Mubarok

SESAAT RAMAI: perahu penyeberangan terancam gulung tikar. Sebab jembatan Bojonegoro-Trucuk sudah selesai.

SESAAT RAMAI: perahu penyeberangan terancam gulung tikar. Sebab jembatan Bojonegoro-Trucuk sudah selesai. (chahya Sylvianti/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO - Semenjak Jembatan Sosrodilogo penguhubung Kecamatan Trucuk dan Bojonegoro Kota dibangun, perahu penyeberangan mulai sepi penumpang. Jika jembatan sudah beroperasi, pengusaha perahu bisa terancam gulung tikar. 

Mainat, warga Desa Trucuk yang mengoperasikan perahu penyeberangan di Desa Ledok Kulon mengaku sepi penumpang. Dia sudah empat kali bolak-balik. Menurutnya, omzet per hari menurun drastis. Bahkan, hingga 50 persen. 

Dia mengatakan, sekali menyeberang tarifnya Rp 2.000. Biasanya, pendapatannya per hari mencapai Rp 200.000 lebih. 

“Beberapa hari ini, pendapatan cuma Rp 100.000 dan itu pun dibagi dengan teman,” katanya. 

Sekali menyeberang, dia hanya mengangkut penumpang lima sampai enam kendaraan bermotor dan beberapa penumpang pejalan kaki. “Padahal biasanya bisa sampai penuh,” tambahnya. 

Sementara itu, perahu penyeberangan yang menghubungkan Desa Kauman dan Desa Trucuk dengan tarif Rp 1.000 sekali menyeberang sudah tutup total. Alasannya, karena jarak penyeberangan perahu di Desa Kauman lebih dekat dengan Jembatan Sosrodilogo. 

“Sudah kurang lebih satu bulan ini, penyeberangan melalui perahu tutup total. Jadi, salah satu pendapatan desa hilang,” kata Yahya, salah satu warga Desa Kauman yang kemarin (4/12) berada di pos penyeberangan.

“Kalau dekat sini, tinggal perahu penyeberangan yang di Ledok Kulon. Itu masih ada, tapi ya pendapatannya menurun sekali,” ujarnya. (cs)

(bj/aam/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia