Jumat, 14 Dec 2018
radarbojonegoro
icon featured
Features

Cerita Sifwatir Rif’ah, Penulis Sejarah Batik di Lamongan

oleh: M. Suaeb

Rabu, 05 Dec 2018 10:20 | editor : Ebiet A. Mubarok

Sifwatir Rif’ah, penulis sejarah batik di Lamongan menunjukkan hasil karyanya.

Sifwatir Rif’ah, penulis sejarah batik di Lamongan menunjukkan hasil karyanya. (Istimewa/Jawa Pos Radar Lamongan)

LAMONGAN - Wajah perempuan berkerudung merah itu bahagia. Senyum kecil selalu mengembang selama berlangsungnya acara di Pendapa Pemkab Lamongan. Setelah acara, perempuan berkacamata itu sibuk melayani foto bareng dengan sejumlah orang yang hadir di pendapa.

Dia adalah Sifwatir Rif'ah, penulis buku tentang sejarah batik di Lamongan. ‘’Butuh waktu sekitar enam bulan untuk menyelesaikannya,’’ tutur Sifwa.

Bagi dia, menulis itu penting. Menulis berarti memahat peradaban. Apalagi, di Kota Soto tersebut selama ini masih minim referensi tulisan tentang warisan batik tradisional asli Lamongan. Dikhawatirkan jejak - jejak peradaban tentang batik Lamongan yang adiluhung itu tidak terwariskan kepada generasi yang akan datang. 

‘’Melihat kekosongan atau minimnya referensi tentang batik Lamongan, saya pikir perlu untuk menuangkannya dalam bentuk tulisan biar dikenal lebih luas,’’ ujar perempuan yang juga dosen itu.

Perempuan yang juga pelaku batik Lamongan itu dibesarkan di lingkungan yang kental dengan dunia batik. Hal itu semakin memotivasi dirinya untuk menyelesaikan buku tersebut. ‘’Saya merasa terpanggil untuk menulis buku tentang batik Lamongan, karena memang dari kecil saya dibesarkan orang tua tak jauh dari dunia batik,’’ tuturnya.

Buku karya Sifwa berisi asal usul dan ragam batik, hingga berbagai prestasi yang telah diraih oleh batik Lamongan. ‘’Tulisan itu merupakan kompilasi dari tulisan almarhum Bapak yang dulu pernah ditulis beliau dalam tulisan sederhana yang disediakan mahasiswa untuk penelitiannya. Kemudian saya sempurnakan dengan hasil riset di sekitar kompleks pemakaman Sunan Sendang,’’ beber dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAI Tabah, Kranji, Paciran ini. Buku karyanya itu kini telah menjadi koleksi perpustakaan Kabupaten Lamongan serta perpustakaan nasional.

(bj/msu/yan/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia