Jumat, 14 Dec 2018
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal

Tergiur Mobil Murah di Medsos, Rp 52 Juta Amblas  

Rabu, 05 Dec 2018 10:10 | editor : Ebiet A. Mubarok

Ilustrasi Penipuan

Ilustrasi Penipuan (freepik.com)

KEMBANGBAHU – Kembali media sosial (medsos) memakan korban penipuan di Lamongan. Kali ini dialami Hasan Mustofa, 38, asal Desa Lopang Kecamatan Kembangbahu. Dia tertipu puluhan juta rupiah karena tergiur membeli mobil murah di Facebook. Korban melapor ke Polres Lamongan kemarin siang (4/12). 

‘’Korban mengalami kerugian  Rp 52 Juta untuk membeli mobil Avanza yang ditawarkan melalui sosial media,’’ kata Kasubag Humas Polres Lamongan, Kompol Harmudji.  

Pengakuan korban kepada petugas, ungkap Harmudji, awalnya dia melihat membuka akun facebooknya pertengahan November lalu. Ternyata ada penawaran jual beli mobil Toyota Avanza tahun 2016. Korban kemudian menghubungi nomor telepon yang ada di akun tersebut. Ternyata harga yang ditawarkan sangat murah, hanya Rp 33 Juta. Korban langsung tergiur dan memastikan akan membelinya.

‘’Korban langsung mentransfer uang kepada pelaku sebesar Rp 9,8 Juta dengan alasan untuk administrasi terlebih dahulu,’’ ungkapnya. 

Setelah itu, lanjut dia, korban diminta mentransfer uang sebesar Rp 13,2 Juta untuk perlengkapan. Dengan alasan untuk menutup kekurangan pembayaran, korban diminta transfer uang lagi sebesar Rp 23 Juta. Tidak itu saja, korban juga diminta mengirim uang Rp 6 Juta dnegan alasan untuk biaya pengiriman. Sehingga korban total telah mengirim Rp 52 Juta. Meski nilai uang lebih besar dari kesepakatan harga, korban mungkin masih merasa harga tersebut masih murah. Sehingga tetap mengirim uang. ‘‘Pelaku kemudian memberitahu kalau mobil akan datang tiga hari sampai ke rumah korban, tepatnya akhir November 2018,’’ ungkapnya. 

Namun, lanjut dia, korban baru sadar kalau tertipu ketika pada 2 Desember lalu nomor milik tersangka tidak bisa dihubungi. Selanjutnya korban melapor ke Polres Lamonga. Apalagi mobil yang dijanjikan tidak datang hingga memasuki Desember 2018. 

Dari kasus itu, Harmudji minta semua warga jangan mudah percaya kepada orang lain, apalagi tak dikenal. Kalau mau membeli barang, apalagi dnegan harga mahal, harus benar-benar dicek ke tempatnya. ‘’Karena sekarang penipuan sangat banyak dengan berbagai cara,’’ tuturnya.

(bj/mal/feb/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia