Jumat, 14 Dec 2018
radarbojonegoro
icon featured
Sportainment

Jelang Akhir Kompetisi 2018, Awas Bidikan Tim Lain 

Senin, 03 Dec 2018 10:00 | editor : Ebiet A. Mubarok

PEMAIN POTENSIAL : Stoper Arif Satria, menjadi benteng tangguh Persela selama musim kompetisi Liga 1 tahun ini.

PEMAIN POTENSIAL : Stoper Arif Satria, menjadi benteng tangguh Persela selama musim kompetisi Liga 1 tahun ini. (Anjar D. Pradipta/Jawa Pos Radar Lamongan)

LAMONGAN – Kompetisi Liga 1 masih menyisakan satu pertandingan lagi. Tapi beredar informasi, sejumlah tim sudah mulai bergerilya mendekati pemain yang dibidik direkrut untuk kompetisi musim depan. Termasuk para pemain potensial Persela, tidak menutup kemungkinan juga masuk bidikan. ‘’Banyak pemain berkualitas di Persela, salah satunya Arif Satria,’’ kata Head Coach Persela, Aji Santoso kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (2/12).

Sejumlah pemain potensial yang santer dihubung-hubungkan masuk dalam daftar wishlist tim lain, yakni M. Fahmi Al-Ayyubi, Arif Satria, dan beberapa pemain muda lainnya.  

Stoper lokal berusia 23 tahun itu memiliki raport yang cukup bagus selama mengamankan pertahanan Laskar Joko Tingkir. Tak hanya menjadi raja intersep, Arif juga sempat melesakkan gol cantik dari luar kotak penalti, saat Persela menghadapi Borneo FC, Senin (16/11).

Tidak mengherankan bila menarik minat klub-klub besar untuk menggodanya bergabung pada kompetisi tahun depan. Apalagi stoper lokal berkualitas dan memiliki potensi di dalam negeri jumlahnya tak banyak. 

‘’Ini memang era profesional (bebas merekrut pemain terbaik). Kalau untuk itu nanti tergantung dengan pengurus Persela,’’ ujar pelatih 48 tahun tersebut. 

Bukan hanya pemain lokal, tapi pemain asing yang dimiliki Persela tak bisa dipandang sebelah mata. Diego Assis Figueiredo memiliki akselerasi dribel dan tendangan akurat. Playmaker berpaspor Brasil itu menjadi ruh serangan dari tim biru muda selama ini. 

Selain itu, Loris Arnaud juga mampu membuktikan ketajamannya dengan 15 gol yang dikoleksinya. Jumlah itu menempatkan striker yang pernah berseragam Paris Saint Germain (PSG) itu lima besar top scorer liga 1 di bawah David Silva (Persebaya) 20 gol, Aleksandar Rakic (PS Tira) 16 gol, Bruno Silva (PSIS) 16 gol, dan Ezechiel Nduasel (Persib) 16 gol. 

Serta, kapten tim Wallace Costa Alves yang selalu mampu menjadi tembok kokoh pertahanan Persela. Pada musim-musim sebelumnya, pemain asing Persela selalu menjadi bidikan tim lain, setelah selesainya kompetisi.

‘’Pemain asing yang kita rekrut tidak ada yang salah. Mereka bisa menunjukkan penampilan dalam satu musim yang cukup bagus,’’ tukas Aji. 

Sedangkan terkait dirinya, Aji juga belum menentukan nasibnya di musim depan. Dia hanya memberikan isyarat, jika nyaman dengan Persela. Pelatih asal Malang itu mengungkapkan, selama ini dirinya diberikan keleluasaan oleh manajemen Persela untuk mengkreasikan tim di tiap pertandingan. Selain itu, suporter Persela juga memberikan dukungan besar pada dirinya. Baik dalam kondisi Persela bagus atau saat terpuruk. 

‘’Intinya saya merasa nyaman di Lamongan. dalam satu musim tidak ada gap-gap-an (sekat antar pemain). Itu yang membuat tim ini sangat luar biasa,’’ ucap pelatih yang tahun ini mengikuti kursus kepelatihan AFC Pro tersebut. 

Sementara itu, Syahroni memberikan kode jika dirinya juga nyaman bermain di Persela. Namun, mantan gelandang bertahan Persija Jakarta itu belum memastikan bertahan musim depan. ‘’Saya pribadi di sini merasa nyaman. Dengan kotanya, dan dengan suasana timnya. Di sini semuanya jadi satu dan kompak,’’ pungkasnya.

(bj/jar/ind/feb/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia