Jumat, 14 Dec 2018
radarbojonegoro
icon featured
Blora

Januri Gemetar Ceritakan saat Mencekik Istrinya

Sabtu, 01 Dec 2018 19:32 | editor : Ebiet A. Mubarok

DIBORGOL: Januri usai menjalani pemeriksaan di Polres Blora, kemarin. 

DIBORGOL: Januri usai menjalani pemeriksaan di Polres Blora, kemarin.  (M. Mahfudz Muntaha/Jawa Pos Radar Blora)

BLORA - Fakta baru terkuak dari kematian Sulasmini, yang dicekik Januri, suaminya. Hasil pemeriksaan, M. Januri mengaku sebelum mencekik telah melakukan hubungan badan dengan istrinya. Bahkan, berdasar pengakuannya, dua hari sebelum peristiwa itu, Januri telah meminta hubungan badan. Dan, Sabtu malam (27/11) itu tersangka meminta hubungan badan lagi namun korban menolaknya. Hingga tersangka mencekik istrinya.

Saat pemeriksaan di ruang unit 1 Satreskrim Polres Blora kemarin, Januri terlihat gugup. Dia menceritakan proses membunuh istrinya setelah menyetubuhinya. Karena setelah berhubungan itu, Sulasmini masih kesal memukul-mukul dirinya. 

Karena merasa kesal dengan perlakukan istrinya itu dia mencekik saat istrinya masih bangun. “Ya gini,” ujar Januri sambil gemetaran menunjukkan posisi tangannya mencekik istrinya kemarin (30/11).

Saat dia mencekik itu, Sulasmini juga terus melakukan perlawanan dengan mencakar tersangka. Akhirnya, korban tidak bergerak. “Saya kira dia belum meninggal,” ujarnya di hadapan penyidik.

Dengan nada terbata-bata dan kepala menunduk, Januri mengatakan sangat menyesal sampai membunuh istrinya. “Menyasal pak, bojo dewe (istri sendiri),” ujarnya.

Kasatreskrim Polres Blora Heri Dwi Utomo mengatakan, adanya fakta baru terkuak dari kematian korban warga Desa Bedingin, Kecamatan Todanan tersebut. Ternyata, sebelum berhubungan badan, Sulasmini menolak. 

“Alasannya karena istrinya salatnya tekun. Dia alasan pagi-pagi harus keramas, karena sebelum salat Subuh keramas dulu,” kata Kasatreskrim.

Padahal, sebelum tersangka mencekik, dua malam sebelumnya, Januri sudah meminta berhubungan badan. Dan itu terus dituruti Sulasmini. Hasrat Januri begitu tinggi karena dua bulan lalu tersangka sempat pergi ke luar kota. 

Kepada penyidik, tersangka beralasan mondok di salah satu pesantren di Kabupaten Pati. Dan, Kamis (22/11) tersangka pulang ke rumah. Malamnya tersangka meminta hubungan seks hingga peristiwa pembunuhan tersebut. 

Saat hubungan badan terakhir itu, Sulasmini terus melawan. Dari perlawanan istrinya dia mendapatkan luka di bibirnya. Merasa kesal dan gelap mata, Januri mencekik. “Tapi, tersangka belum tahu kalau istrinya meninggal, sehingga malam itu dia tidur di sampingnya,” ujar Heri dari pengakuan tersangka. 

Bahkan, sampai Subuh tersangka tidak mengetahui jika istrinya itu sudah meninggal. Sementara itu, terkait hasil otopsi jenazah korban Kamis (29/11) oleh dokter forensik Polda Jateng, ditemukan bekas luka lebam dan memar di leher. Diduga karena tangan tersangka. 

“Namun demikian untuk lebih lanjutnya masih didalami hasil dari dokter forensik dari Polda Jateng,” ujar Heri.

(bj/fud/rij/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia