Jumat, 14 Dec 2018
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal

Setubuhi Dua Anak, Widi Divonis 12 Tahun

Sabtu, 01 Dec 2018 19:23 | editor : Ebiet A. Mubarok

pencabulan

pencabulan (Bhagas Dani Purwoko/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO - Hukuman berat diberikan terhadap Widi, 41, terdakwa persetubuhan. Lelaki warga Kecamatan Ngasem itu, divonis pidana 12 tahun penjara. Vonis berat ini karena terdakwa terbukti menyetubuhi terhadap dua anak.

Terdakwa penjaga gereja melakukan tindakan bejat pada 2016 silam. “Iya memang selama ini rata-rata vonis terdakwa kasus persetubuhan itu 8-9 tahun, tapi kalau kasusnya Widi ini kan korbannya dua, jadi tidak bisa disamakan, biar adil,” kata Humas Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro Isdaryanto kemarin (30/11).

Dia mengatakan, vonis 12 tahun ini meski tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) terhadap terdakwa pada sidang sebelumnya 14 tahun. Tuntutan itu berdasarkan pasal 81 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. 

Namun, karena selama delapan kali persidangan ada beberapa hal yang meringankan vonis terdakwa. Hingga sidang vonis berlangsung Kamis (29/11) itu, terdakwa diputus 12 tahun penjara.

“Hal-hal yang meringankan, terdakwa kooperatif dan mengaku melakukannya. Terdakwa juga mengaku bersalah dan tidak akan mengulanginya lagi,” jelasnya.  

Dia mengakui, vonis diberikan Widi ini lebih tinggi dibanding terdakwa kasus persetubuhan lainnya sekitar 8-9 tahun. Sebab, korbannya dua anak. Sehingga, jika vonisnya disamakan dengan terdakwa yang korbannya hanya satu orang, tentu tidak adil. 

Persetubuhan dilakukan terdakwa pada 2016 silam itu dilakukan di belakang salah satu gereja di Kecamatan Ngasem. Terdakwa menipu kedua korban kalau terserang santet. Sehingga, ia membujuk rayu kedua korban agar mau untuk diobati dengan cara ritual tertentu. 

“Terdakwa bilang kepada kedua korban kalau mau dipagari agar tidak terserang santet. Lalu disuruh datang ke gereja, ketika di gereja disuruh tutup mata dan ritualnya harus berhubungan badan dengan terdakwa,” tuturnya.

Isdaryanto mengakui vonis terdakwa kasus persetubuhan di Bojonegoro tergolong tinggi. Ini agar bisa memberikan efek jera terhadap tersangka atau pelaku persetubuhan atau asusila. 

Sebelumnya, November ini, PN Bojonegoro juga telah memvonis dua terdakwa kasus persetubuhan. “Dua terdakwa itu vonisnya delapan dan sembilan tahun,” jelasnya.

(bj/gas/rij/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia