Jumat, 14 Dec 2018
radarbojonegoro
icon featured
Features

Hasil Kolam Ikan Tak Maksimal, Kini Diubah Telaga

oleh: M. Nurkhozim

Selasa, 27 Nov 2018 18:24 | editor : Ebiet A. Mubarok

Hasil Kolam Ikan Tak Maksimal, Kini Diubah Telaga

BOJONEGORO - Mendung tipis menghiasi langit Bojonegoro Minggu siang (25/11). Kesejukan siang itu bertambah ketika memasuki Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas. Desa berada di utara Jalan Bojonegoro-Babat itu tampak beragam pohon dan tanaman. Hal itu membuat desa itu tetap sejuk dan asri.

Desa Mojodeso kerap dijadikan rujukan pengembangan desa. Baik segi penataan lingkungan maupun wisatanya. Salah satu menjadi daya tarik wisata di desa itu adalah Telaga Payung. 

Saat hari libur, telaga itu selalu ramai dikunjungi wisatawan. Baik remaja, anak sekolah, maupun orang dewasa. “Selama ini masih wisatawan lokal saja,” kata Abdul Muin, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Mojodeso.

Muin menjelaskan, Telaga Payung menjadi jujukan wisatawan sejak tiga bulan terakhir. Persisnya saat banyak kunjungan studi banding dari berbagai desa di Bojonegoro. Saat itu, terlintas di benak pikiran para anggota pokdarwis untuk memanfaatkan telaga itu sebagai lokasi wisata alternatif. 

“Tentunya setelah kita membicarakan rencana ini dengan pemilik telaga,” ujar Muin.

Telaga itu bukan milik desa. Melainkan milik pribadi warga. Namun, selama ini kolam ini hanya digunakan memelihara ikan. Itu pun hasilnya tidak maksimal. Setelah melalui serangkaian pembicaraan serius, disepakati kolam itu dijadikan kawasan wisata. 

“Kami yang mengonsep dan mengelolanya,” ujarnya.

Kolam dengan ukuran 30x20 meter itu kemudian diberikan sejumlah fasilitas. Mulai tempat untuk kuliner dan wahana bermain. Kuliner disajikan juga beragam, baik minuman maupun makanan khas. 

“Berkunjung ke telaganya gratis. Kalau kulinernya ya bayar,” seloroh pria juga menjabat Kepala Dusun Mojodeso itu.

Secara geografis, Mojodeso tidak memiliki wisata alam. Namun, dengan keuletan para pemangku jabatan, Desa Mojodeso, menjadi jujukan wisata dan belajar. Tidak jarang anak sekolah dan kelompok organisasi lainnya berkunjung ke desa itu. 

“Kami juga memiliki paket kunjungan. Selain ke telaga ada juga menghias topeng barong dan membuat bakso karakter,” jelasnya. 

(bj/zim/rij/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia