Jumat, 14 Dec 2018
radarbojonegoro
icon featured
Tuban
Didik Mukrianto, SH, MH

Perkuat Rasa Cinta Tanah Air atau Nasionalisme di Masyarakat

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Bojonegoro

Rabu, 21 Nov 2018 20:05 | editor : Amin Fauzie

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Bojonegoro

DEKAT MASYARAKAT: Didik Mukrianto, SH, MH, anggota MPR RI (kanan) ketika sosialiasi 4 pilar MPR RI di Bojonegoro, Selasa (20/11) lalu. (Zakki Tamami/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO - Upaya menguatkan dan memasyarakatkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang ter­kan­dung dalam empat Pilar MPR RI terus dilakukan Didik Mukrianto, SH, MH, anggota MPR RI Fraksi Partai Demokrat daerah pemilihan Jawa Timur 9 (Bojo­negoro-Tuban). Empat Pilar MPR RI itu adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Sosialisasi itu dilakukan untuk me­nguat­kan rasa cinta tanah air atau na­sionalisme kepada warga masyarakat di daerah pemilihannya. Sosialisasi dihadiri ratusan peserta yang meli­batkan pemuda dan segenap masyarakat di Kabupaten Bojonegoro, Selasa (20/11) lalu.

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR RI ini menekankan pentingnya pembentukan dan penguatan moral, ka­rakter, dan nasionalisme segenap pemuda dan masyarakat.

‘’Moral dan karakter para pemuda dan masyarakat yang bersendikan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia harus terus diperkuat agar tidak tergerus oleh budaya-budaya luar yang terus merusak para generasi dan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara,’’ tutur ketua umum Karang Taruna Nasional ini dalam penjelasannya.

Ketua umum cabang olahraga Rugby Union Indonesia ini lebih lanjut meng­ingatkan bahwa dalam persaingan glo­bal, ancaman dan tantangannya juga semakin kompleks dan modern. Merusak moral dan karakter generasi bangsa menjadi jurus ampuh untuk merontokkan sendi-sendi berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat.

Menurutnya, penjajahan di era modern saat ini tidak hanya dilakukan melalui metode konvensional dengan senjata. Tapi, juga melalui masuknya budaya-budaya dan ideologi radikal yang terus menerus disebarkan kepada segenap generasi. Untuk itu pertahanan yang tidak boleh ditinggalkan adalah moral dan karakter yang harus di­bangun melalui pendidikan yang baik, per­tahanan keluarga yang kuat, meng­hormati dan meneladani para pemim­pin dan pahlawannya dengan berpe­gang teguh kepada empat Pilar MPR RI.

Mengakhiri soasialisasinya, Didik berpesan kepada segenap pemuda dan masyarakat agar tetap menguatkan dan menjalankan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari di Bojonegoro. Saling mengingatkan pentingnya persatuan dan kesatuan, serta tetap menghi­dupkan gotong-royong akan memastikan kuatnya benteng nasionalisme dari serangan-serangan yang ingin merusak bangsa dan negara Indonesia.

Dia berpesan generasi muda dan ma­syarakat di Bojonegoro harus me­mastikan hadirnya pengamalan yang nyata atas nilai-nilai luhur bangsa sebagai kunci pertahanan yang kuat In­donesia. Ancaman narkoba, ideologi radikal, potensi munculnya bibit-bibit intoleransi di tengah-tengah masya­rakat harus segera dicegah dan diputus mata rantainya.

‘’Agar masyarakat tetap hidup damai berdampingan dan bebas dari segala bentuk infiltrasi budaya dan ideologi yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia,” tegasnya.

(bj/zak/min/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia