Jumat, 14 Dec 2018
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Lumayan, UMK Diusulkan Naik Rp 138 Ribu

Kamis, 15 Nov 2018 09:00 | editor : Ebiet A. Mubarok

Ilustrasi umk

Ilustrasi umk (M. Nurcholish/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO - Besaran upah minimum kabupaten (UMK) 2019 diusulkan naik Rp 138.000 dibanding tahun ini. Usulan UMK 2019 itu pun sudah diajukan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

Yakni, Rp 1.858.000. Jumlah itu lebih besar dibanding tahun ini hanya Rp 1.720.000. Atau naik 8 persen. Usulan besaran UMK ini setelah dewan pengupahan kabupaten melakukan survei. Dua tahun sebelumnya, besaran UMK tak ada perbedaan dari yang diajukan. (Selengkapnya lihat grafis).

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Agus Supriyanto mengatakan, usulan kenaikan UMK harus dilakukan. Penyebabnya adalah inflasi. Baik secara nasional. Selain itu, hasil survei kebutuhan hidup layak (KHL) juga menunjukkan angka terus naik. 

“Banyak faktornya. Yang pasti nomor satu karena inflasi,” katanya kemarin (14/11).

Menurut Agus, setiap tahun inflasi terus mengalami kenaikan. Hal itu memicu KHL di suatu daerah juga naik. Karena itu, UMK diusulkan naik tahun depan. “Berapa yang diputuskan gubernur, kami juga tidak tahu. Yang pasti usulan dari kita itu,” ujar mantan kabag hukum tersebut.

Agus menuturkan, usulan UMK tersebut ada yang direalisasikan oleh gubernur sesuai dengan pengajuan. Namun, ada juga yang direalisasikan lebih tinggi. Rata-rata banyak yang naik daripada tetap sama seperti tahun sebelumnya. “Kita tunggu saja bagaimana nanti keputusan gubernur,” ucapnya.

(bj/cho/zim/rij/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia