Rabu, 14 Nov 2018
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Diusulkan Rp 75 Miliar, Gedung DPRD Dikonsep Setara Pemkab

Kamis, 08 Nov 2018 09:05 | editor : Fa Fidhi Asnan

Gedung DPRD

Gedung DPRD (M. Nurcholish/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO - Hujan deras mengguyur Selasa (6/11) lalu, semakin menguatkan para politisi mengusulkan pembangunan gedung DPRD. Sebab, ketika hujan, gedung DPRD bocor dan air masuk ruangan. Juga, terdapat kerusakan lainnya. 

Kalangan legislator mengusulkan pembangunan gedung baru DPRD dengan anggaran Rp 75 miliar. Jika ini terealisasi, gedung DPRD itu diperkirakan tidak jauh berbeda dengan gedung pemkab saat ini. Sebab, gedung tujuh lantai pemkab itu menelan anggaran Rp 70 miliar.

“Kalau hujan gedung itu bocor. Dan air masuk ruangan,” kata Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Muhammad Fauzan kemarin (7/11). 

Dia mengatakan, gedung DPRD tersebut memang sudah waktunya dibangun. Itu demi kenyamanan. Baik anggota DPRD maupun pejabat pemkab ketika melakukan rapat di dewan. 

Karena itu, lanjut Fauzan, DPRD mengusulkan pembangunan gedung baru. Sehingga, gedung tersebut menjadi semakin bagus dan layak. Apalagi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2019 juga cukup banyak. Yaitu, senilai Rp 4,6 triliun. 

Sebenarnya, pembangunan gedung baru DPRD sudah diwacanakan sejak lama. Namun, kala itu pembangunannya masih belum mendapatkan persetujuan dari semua anggota DPRD. Selain alasan anggaran, kala itu masih belum mencukupi.

Fauzan menjelaskan, anggaran yang akan digunakan untuk membangun gedung DPRD mencapai Rp 75 miliar. Mengenai desainnya, Fauzan belum mengetahui. Sebab, itu menjadi wilayah teknis pemkab. Dalam hal ini, tugas dinas pekerjaan umum (PU). “Itu DPU nanti yang tahu persis,” ucap politikus Partai Demokrat itu.

Sebelumnya, DPU sudah mendesain gedung baru DPRD. Setiap anggota DPRD memiliki ruangan tersendiri. Selama ini, anggota DPRD tidak memiliki ruangan khusus. Hanya, ruang fraksi dan ruang komisi. Yang memiliki ruang khusus, hanya unsur pimpinan DPRD.

Wakil Ketua DPRD Sukur Priyanto mengatakan, rencana pembangunan gedung DPRD dilakukan setelah APBD tahun depan naik tajam. Selain gedung DPRD, pembangunan jalan juga mendapatkan tambahan anggaran lumayan besar. Yaitu, Rp 600 miliar. 

Sebab, perbaikan jalan dan jembatan adalah program prioritas pemkab saat ini. Sebagaimana diberitakan kemarin, APBD Bojonegoro tahun depan ditetapkan Rp 4,6 triliun. Meroketnya APBD itu setelah Bojonegoro menerima kenaikan dana bagi hasil (DBH) migas yang cukup signifikan.

(bj/cho/zim/rij/faa/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia