Rabu, 14 Nov 2018
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Sentuhan Psikologis Solusi Kenakalan Pelajar

Rabu, 07 Nov 2018 10:00 | editor : Ebiet A. Mubarok

kekerasan pada remaja

kekerasan pada remaja

BOJONEGORO – Kekerasan terjadi di sekolah selalu terjadi. Kondisi itu harus dipahami secara utuh. Sehingga, pihak sekolah bisa memberi perlakuan secara tepat. Saat ini, sekolah harus mampu memahami kecenderungan psikologis siswa. Sehingga, kenakalan siswa dan kekerasan bisa tereduksi secara alami. 

“Harus ada sentuhan psikologis. Sehingga, perubahan bukan karena takut dan ingin taat, tapi karena benar-benar mau berubah,” kata Ketua Dewan Pendidikan Bojonegoro Sri Minarti kemarin (6/11). 

Minarti menjelaskan, usia remaja merupakan usia butuh pengakuan. Inginnya diakui. Baik diakui guru maupun orang tuanya. Nah, karena tidak ada pengakuan, sehingga meminta perhatian. Ketika tidak bisa mendapat perhatian, temannya bakal dipaksa memerhatikan. 

Dengan fakta tersebut, kata dia, sekolah harusnya tidak konvensional. Sehingga, mampu menekan perilaku kekerasan siswa. Setidaknya, saat ini sekolah sudah harus membiasakan dan memasukkan pelajaran pembentukan karakter. Misalnya, terkait psikologi. Untuk anak SMA, kata dia, sudah seharusnya menerima pelajaran seperti itu. 

“Setiap siswa memiliki potensi di bidang berbeda-beda. Nah, seharusnya mereka diberi kepercayaan. Sehingga tidak merasa kurang motivasi,” imbuh dia.

Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Sally Atyasasmi mengatakan, terkait kasus kekerasan siswa di sekolah, sebenarnya sejak dulu sudah ada. Karena itu, penanganan harus komprehensif. Saat ini, penilaian siswa tidak bisa fokus pada akademik saja. Tapi juga attitude. Sehingga, kelakuan siswa di sekolah juga bakal berdampak pada kegiatan belajar mengajar mereka. 

“Guru tidak hanya fokus pada akademik, tapi juga attitude,” kata dia. 

Selain itu, untuk penanganan siswa, sekolah juga tidak bisa jadi pengendali utama. Tapi keluarga dan orang tua seharusnya juga memberi perhatian yang sama. Sebab, pasca berkegiatan di sekolah, tentu tanggung jawab ada di orang tua. Karena itu, komunikasi antara orang tua siswa dan pihak sekolah sangat penting. 

“Komunikasi antara orang tua dan guru juga harus ditingkatkan agar bisa memantau perkembangan siswa tersebut,” pungkas dia.

(bj/zky/aam/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia