Jumat, 16 Nov 2018
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Waduh, Kades Bendonglateng Nyambi Jadi Maling

Selasa, 06 Nov 2018 16:29 | editor : Ebiet A. Mubarok

LIMA TKP: Kapolres (tengah) menunjukkan beragam barang bukti pencurian dilakukan Kades Bendonglateng.

LIMA TKP: Kapolres (tengah) menunjukkan beragam barang bukti pencurian dilakukan Kades Bendonglateng. (M. Nurcholish/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO - Tak disangka, Kepala Desa Bendonglateng, Kecamatan Kenduruan, Tuban, Sabari, 39, ternyata nyambi jadi maling. Namun, sasaran aksinya bukan di Tuban. Sebaliknya, di Bojonegoro wilayah barat. 

Namun, ulahnya terbongkar kepolisian. Sebanyak lima tempat kejadian perkara (TKP) sudah ia satroni. Sabari tak sendirian. Ada satu tersangka lagi yang ditangkap. Yakni, Sumulyo, 60.  “Kedua tersangka kami amankan setelah menyatroni rumah milik Muksin, warga Desa Tanggungan, Kecamatan Ngraho,” kata Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli kemarin (5/11).

Lima TKP itu di antaranya Kecamatan Kasiman dan Kecamatan Padangan. Aksinya berlangsung Juli lalu. Berlanjut, pada 30-31 Oktober lalu dua TKP di Kecamatan Tambakrejo. Dan, satu TKP beraksi di Kecamatan Ngraho. 

Sabari ditangkap setelah Sumulyo ditangkap duluan. Awalnya Sumulyo diamankan warga Kecamatan Tambakrejo. Karena dicurigai sebagai maling meresahkan warga setempat sepekan yang lalu. “Setelah Sumulyo ditangkap, penyidikan dilakukan, barulah tahu ada tandemnya, yakni oknum kades tersebut,” ujarnya.

Modus operandi dua tersangka ini, menurut Kapolres, masuk rumah korban dengan merusak pintu depan. Tersangka memakai alat bantu obeng dan tang. Sebelum beraksi, dua tersangka terlebih dahulu menyurvei rumah sasaran. Termasuk mencari ketika pemilik rumah keluar. 

“Kedua tersangka mencuri ketika rumah kosong,” jelasnya.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya motor, helm, perhiasan emas, handphone, tas cokelat, serta uang sisa kejahatan senilai Rp 1 juta.

Akibat perbuatannya, Sabari dan Sumulyo harus meringkuk di jeruji besi tahanan Mapolres Bojonegoro. Ancaman hukumannya 7 tahun. Dua tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan (curat). 

Selain itu, Sabari terancam akan diberhentikan sementara sebagai kades. Menurut pasal 14 (c) Perda Tuban Nomor 6 Tahun 2015 tentang Kepala Desa, bahwa kades akan diberhentikan sementara oleh bupati apabila tertangkap tangan dan ditahan karena melakukan tindak pidana.

(bj/cho/gas/rij/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia